Sab. Sep 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Ternyata Tentara Amerika Juga Konsumsi Pil Kelor

2 min read

Para Tentara Amerika Serikat (Foto: Merdeka.com)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,-Kelor bukan hanya menjadi pangan lokal bagi warga NTT. Tanaman hijau yang tumbuh subur di musim hujan dan musim kemarau ini ternyata juga menjadi konsumsi para serdadu Amerika di medan perang. Para tentara Amerika mengkonsumsi pil kelor yang bernutrisi, memberi energi dan berfungsi sebagai obat-obatan.

“Kelor bukan hanya dikonsumsi orang NTT dan Indonesia umumnya, tetapi juga di konsumsi para tentara Amerika. Tentara Amerika rutin mengkonsumsi kelor sebagai makanan dan juga obat-obatan,” kata mantan komandan Kodim Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dalam Seminar Nasional Lemhanas 2019 di Jakarta belum lama ini yang dihadiri Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM sebagai salah satu pebicara.

Anggota TNI yang lama bertugas dinas di Kabupaten TTU tersebut, mengaku, sejak dirinya bertugas di TTU, ia mulai membudidayakan tanaman kelor di lahan-lahan kosong, dan lahan-lahan petani. Ia mendorong warga setempat menanam kelor karena sangat bermanfaat bagi warga dalam meningkatkan gisi keluarga dan dapat diolah sebagai obat-obatan.

Dihadapan Wagub Nae Soi, pria yang juga peserta Lemhanas ini memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Provinsi NTT yang telah menjadikan tanaman kelor sebagai program pemerintah. Dia berharap, kelor harus ditanam secara masif oleh seluruh warga yang memiliki lahan. Karena selain menjadi pangan keluarga juga bernilai rupiah yang sangat mahal.

Wagub Nae Soi dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pemerintah saat ini terus menggalakan tanaman kelor agar ditanam warga yang kemudian akan dibeli oleh pemerintah. Selanjutnya kelor baik buah, biji dan batangnya akan dibeli dan diproses produksi untuk diekspor.

“Saat ini kalau datang ke ruangan saya, saya akan beri anda teh kelor dan sabun kelor. Kami sudah mulai produksi kelor menjadi barang yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Kami juga sudah mengirim (ekspor) kelor ke beberapa negara. NTT sangat cocok untuk mengembangkan tanaman kelor karena kelor ini bisa bertahan hidup di musim kemarau,” kata Nae Soi.(Korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi