Jum. Okt 30th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur NTT Minta Setiap Kabupaten Hasilkan 5 Produk dan Gelar 2 Festival Tiap Tahun

3 min read

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ketika berbicara dalam Rapat Kerja Gubernur NTT bersama Walikota Kupang, para Bupati, Camat, Lurah dan Kepala Desa se - Provinsi NTT , Kamis (24/10/2019) di GOR Oepoi, Kupang.

KUAPANG, NTTBANGKIT.COM,–Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta setiap kabupaten di NTT harus menghasilkan minimal 5 produk unggulan dan wajib menggelar 2 festival setiap tahun di wilayah masing-masing.

Penegasan tersebut diungkapka Gubernur Viktor dalam Rapat Kerja Gubernur NTT bersama Walikota Kupang, para Bupati, Camat, Lurah dan Kepala Desa se – Provinsi NTT dengan tema ‘Sinergitas dan Kolaborasi Membangun NTT dimulai dari Desa dan Kelurahan Untuk mewujudkan NTT Bangkit Menuju Sejahtera’ yang dilaksanakan di GOR Oepoi Kupang pada Kamis (24/10).

Dalam Rapat yang diselenggarakan Biro Pemerintahan NTT tersebut, Viktor Laiskodat meminta agar semua elemen masyarakat dan kepala desa, lurah, camat dan hingga bupati untuk ambil peran dalam menghasilkan produk dan juga penyelenggaraan festival.

“Saya mau agar setiap kabupaten itu mulai kerjakan minimal 5 produk unggulan. Didukung dengan Bumdes, koperasi hingga kabupaten. Dan juga harus mempu menjual produk kepada seluruh kabupaten yang ada di NTT. Para pejabat mulai dari bupati hingga kepala desa juga harus membeli termasuk para anggota DPRD. Ini yang dinamakan ada produk ada pasar sehingga menghasilkan ekonomi daerah yang baik”, jelas Viktor.

“Kemudian setiap kabupaten juga harus mampu merancang dan melaksanakan 2 festival setiap tahun. Kita siapkan dengan benar agar setiap festival harus mendatangkan peningkatan ekonomi masyarakat. Semua masyarakat harus berpartisipasi. Tanggal 26 saya akan hadir di festival Mulut Seribu di Rote Ndao dan tanggal 28 di Festivals Fulan Fehan di Belu”, tambah Viktor.

Ia menjelaskan setiap festival dengan kehadiran atraksi budaya, tarian, atau wisata alam harus memiliki narasi hal tersebut akan membuat orang terpikat dengan festival yang ada. “Sekarang ini prime mover kita adalah pariwisata. Pariwisata itu tempat membuat orang datang. Kita di NTT ini harus siapkan narasi mengenai budaya atau atraksi tarian atau tempat wisata alamnya”, jelas Viktor.

“Mimpi kita besar sebagai masyarakat ekonomi. Harus dikerjakan dengan benar. Ke depannya akan ada digitalisasi ekonomi yang mana contohnya bila ada panen produk di kabupaten TTS maka gubernur yang dapat informasi melalui teknologi sudah bisa mengetahui dan pemasarannya seperti apa,” tambahnya.

“Presiden kita Pak Jokowi ini orang hebat. Dengan percepatan program kerja yang hebat dan kolaborasi yang luar biasa. Beliau mati-matian bekerja untuk pembangunan nasional yang hebat juga di NTT. Nah kalau para pimpinan di provinsi, kabupaten, kecamatan dan kelurahan serta desa tidak melakukan perubahan yang hebat maka berarti Presiden jalan sendiri. Ini tidak boleh. Kita harus sejalan dengan Bapak Presiden. Saya belum mendapatkan presiden yang mencintai NTT seperti Pak Jokowi. Kita manfaatkan momen ini,” jelas Viktor disambut tepuk tangan peserta rapat.

“Kita juga dapat persetujuan Presiden dan juga Gubernur Maluku bahwa tahun 2025 itu Gas di masela (maluku) dibagi ke NTT dengan mendapat bagian 5% dengan nilai 2,5 miliar dollar atau setara 35 triliun yang NTT dapatkan,”katanya.

Tingkatkan Prestasi Pendidikan

Lebi lanjut, ia meminta agar peningkatan prestasi di bidang pendidikan harus diwujudkan. Viktor meminta agar dalam ujian nasional nanti ada sekolah yang mampu masuk dalam 100 besar prestasi UN terbaik secara nasional.

“Pendidikan harus ditingkatkan. Prestasi ujian nasional harus ada sekolah di NTT yang masuk 100 terbaik nasional. Oleh sebab itu kita kerjakan melalui Peningkatan SDM Guru, pengadaan bahan belajar yaitu Buku serta Komputer untuk menunjang proses belajar siswa”, lanjutnya.

Gubernur Viktor juga menjelaskan bidang peternakan di NTT harus bisa menghasilkan ternak dengan kualitas daging yang bagus dan baik.
Ia juga berpesan pada semua peserta rapat agar membangun sinergi dan kolaborasi tanpa melihat perbedaan suku dan agama.

“Kita kerja jangan pilih suku agama atau marga. Itu yg selama ini membuat masalah pembangunan di NTT. Harus saling mengikat satu sama lain untuk mendukung pembangunan. Buat masyarakat senang dan bangga dengan tugas dan jabatan yang kita miliki mulai dari Gubernur hingga Lurah dan Kepala Desa”, ungkapnya. (SP/ ferryguru)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi