Kam. Okt 21st, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Tumbangkan Aesesa, Golaba FB Berhasil Menjuarai Ngada Cup Jakarta IX

4 min read

Tim Golaba FC sesaat sebelum memulai laga final Ngada Cup IX

JAKARTA, NTTBANGKIT.com – Ngada Cup Jakarta IX tahun 2019 memasuki babak Final pada minggu (27/10/2019) bertempat di Lapangan Arcici Rawasari Jakarta Timur. Tim-tim yang terlibat dalam perhelatan tersebut berasal dari kecamatan-kecamatan di Kabuoaten Ngada dan beberapa daerah dari kabupaten tetangga.

Berikut tim-tim yang berpartisipas dalam Ngada Cup IX Jakarta tahun 2019:

Pool A : Golewa Tengah Fc, Golewa Selatan (Golsel Fc), Inerie Fc, Batara Fc (Bajawa Utara)

Pool B : Kesra FC (Aesesa), Loka Soa Fc, Ebulobo Fc (Boawae/Mauponggo), Aimere Fc

Pool C : Golewa Barat (Golaba Fc), Rimba Fc (Riung), Flotim Fc (Flores Timur), Persematim Fc (Manggarai Timur)

Golaba FC pada perhelatan Ngada Cup IX (Image: facebook)

Seolah mengulangi fakta historis, tim yang bertanding dalam laga final tersebut adalah Golaba FB dari Golewa Barat dan Kesra FC dari Aesesa Kabupaten Nagekeo, mengingat tim yang sama juga pernah bertanding di laga final Ngada Cup V tahun 2008.

Aesesa FC dalam Ngada Cup IXJakarta

Pada laga final Ngada Cup V tahun 2008 tersebut, Aesesa berhasil mengalahkan Golaba FC melalui babak adu pinalti dan membuktikan dirinya tidak jago kandang. Kali ini, kedua tim kembali beradu di lapangan hijau. Aesesa ingin mempertahankan rekor masa lalunya, sedangkan Golaba FC ingin menebus masa lalu.

Golaba FC berhasil memasuki final setelah menumbangkan Pesematim FC dari Kabupaten Manggarai Timur dan Aesesa berhasil memasuki final usai menumbangkan Soa FC.

Pelatih Golaba FC Iren Doke (baju hijau) saat bersama para pemain Golaba FC sesaat sebelum memulai laga final

Dibawah asuhan Irenius Doke, tim Golaba FC tampil memukau. Tidak hanya Golaba FC, Aesesa FC dibawah bimbingan  Ignasius Sape Kota juga tampil tidak kalah memukaunya. Melalui komposisi penyerang berkecepatan tinggi, Aesesa bahkan beberapa kali hampir menbobol gawang Golaba FC.

Berdasarkan pantauan lapangan, laga antara Golaba FC dan Aesesa FC tersebut berlangsung panas. Kedua tim opensift dan saling serang satu sama lain dengan strategi long ball assesment.

Aesesa tentunya ingin mengulang kembali fakta sejarah pada tahun 2008 silam. Namun ambisi tersebut nampaknya berbenturan dengan keinginan kuat Golaba FC untuk mengobati luka sejarah masa lalu.

Suporter Golaba FC yang penih semangat memberikan kekuatan kepada Golaba FC untuk membangun serangan

Babak pertama berakhir dengan skor 1-1 yang diawali oleh gol dari Golaba FC kemudian dibalas dengan gol dari Aesesa melalui tendangan Volley.

Pada babak kedua, pertandingan pun semakin sengit. Berbagai pelanggaran dilakukan silih berganti oleh kedua tim yang membuat wasit harus beberapa kali mengeluarkan kartu kuning.

Skor menjadi 2-1 untuk Golaba FC ketika penyerang Golaba FC, Yokon Jehamu berhadil menyobek gawang Aesesa dengan permainan satu-dua di area garis pertahanan Aesesa.

Sorak sorai para pendukung Golaba FC pun menyambut gol tersebut dengan terikan sumringah.

Selepas bola tengah untuk Aesesa, tensi permainan terus meningkat. Sebuah insiden pun terjadi dan mengharuskan wasit mengeluarkan kartu kuning kedua untuk seorang pemain dari Golaba FC.

Hal ini mengharuskan Golaba FC bermain dengan 10 pemain. Kini, irama permainan berubah. Golaba FC cenderung defensif sedangkan Aesesa cenderung menguasai bola dan terus menyerang. Namun, Golaba FC menunjukkan niat kuatnya untuk mengobati luka masa lalu. Serangan balik Golaba FC pun berhasil membobol gawang Aesesa. Skor bertambah menjadi 3-1 untuk Golaba FC.

Suara pendukung Golaba semakin menjadi karenamerasa sudah berada di atas awan. Sebaliknya pendukung Aesesa terdiam karena waktu pertandingan tinggal 10 menit.

Pluit tanda permain berakhir ditiup wasit. Akhirnya Golaba FC berhasil membalas kekalahan masa lalu dengan menjadi pemenang Ngada Cup IX. Skor 3-1 nampak membuat Iren Doke dan pada pemain Golaba FC bangga, kendati pada pertengahan babak kedua Golaba FC hanya bermain dengan 10 pemain.

Kepada nttbangkit.com, Ketua Panitia Ngada Cup IX, Afridus Ngiso mengatakan bahwa turnamen Ngada Cup ini lebih merupakan sarana untuk menjalin hubungan persaudaraan antara anak muda Ngada Jakarta dan sekitarnya.

Afridus juga mengatakan bahwa persiapan panitian Ngada Cup ini penuh dengan tantangan. Tantangan terbesar adalah mencari lapangan tanding.

Ketua IKBNJ Berto Bota (baju orange) dan Kaban Pemprov NTT Viktor Manek (baju kuning) saat menonton laga final Ngada Cup IX

“Kesulitan kita yang paling besar adalah mencari lapangan bola, karena beberapa tempat yang kita datangi tidak memberi izin, karena sudah kejadian beberapa kali dimana suporter meembuat kekacauan sebelum pertandingan berakhir,” tutur Afridus.

Sementara itu Ketua Ikatan Keluarga Besar Kabupaten Ngada Jakarta (IKBMJ), Berto Bota dalam wawancara singtat bersama nttbangkit.com mengatakan bahwa Turnamen Ngada Cup yang sudah berlangsung sebanyak 9 kali, dan momen ini merupakan momen nostalgia yang mempersatukan masyarakat Ngada Jakarta.

Viktor Manek saat memberikan sambutan singkat usai laga final Ngada Cup IX

Namun Berto mengharapkan agar para penonton bisa lebih tenang dan dewasa dalam menonton pertandingan sepak bola.

“Saya melihat bahwa para pemain sudah baik dalam hal manajemen emosi. Kendati ada satu dua aksi protes, mereka tetap taat kepada wasit. Namun, para penonton agaknya perlu mengendalikan emosi sehingga tidak mudah diprovokasi. Penonton harus lebih dewasa jika kita ingin meningkatkan kualitas sepakbola Ngada di Jakarta,” tutur Berto.

Sementara dalam sambutan singkatnya di depan tribun lapangan, Kepala Badan Penghubung NTT Viktor Manek mengatakan bahwa dirinya bangga dengan anak muda yang mampu mengurus kepanitiaan dengan baik hingga puncak acara. Manek juga mengajak semua pihak untuk membangun hubungan bersaudaraan melalui pertandingan sepakbola, bukan mencari musuh.

Tidak hanya internal Ngada, tetapi juga seluruh masyarakat asal kabupaten-kabupaten NTT yang ada di Jakarta perlu menjaga persaudaraan karena itulah yang menguatkan para perantau.

Manek juga mengatakan bahwa ia akan memberi tambahan hadiah kepada Golaba FC dan Aesesa FC yang tampil memukau pada laga final.

“Besok saya tunggu Golaba dan Aesesa di kantor untuk ambil hadiah tambahan dari saya,” tutur Manek.

Kepada nttbangkit.com, Manek katakan bahwa hadiah tambahan tersebut dimaksudkan agar para pemuda berbakat asal NTT terus memacu bakat dan talenta yang mereka miliki guna mengharumkan nama NTT di kancah nasional, maupun internasional bila memungkinkan.

Manek juga berharap agar para pemain terbaik yang berlaga di Ngada Cup IX dari awal hingga final bila ikut terlibat dalam pertandingan-pertandingan bertaraf Provinsi seperti Flobamora Cup Jakarta, agar nama NTT semakin dikenal pada kancah nasional. (*)

Liputan lapangan NTTBANGKIT.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi