Rab. Mar 3rd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

10 views

Festival Mulut Seribu Rote Ndao 2019 Siap membawa Dampak Ekonomi bagi NTT

3 min read

Kawasan Mulut Seribu: keindahan bahari NTT yang begitu memesona (Image: Ist.)

KUPANG, NTTBANGKIT.com –  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepemimpinan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef A. Nae Soi sangat gencar mempromosikan potensi pariwisata, termasuk destinasi wisata bahari dalam rangka membuatnya menjadi motor penggerak ekonomi NTT.

Setelah beberapa festival budaya dan pariwisata dilangsungkan di beberapa daerah di NTT, kini giliran festival Mulut Seribu di Rote Ndao. 

Festival Mulut Seribu yang digelar di kawasan perairan Mulut Seribu, di Desa Daiama, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), 26-28 Oktober 2019 merupakan yang pertama kalinya. 

Mulut Seribu memiliki potensi ekonomi yaitu bisa menjadi tempat membudidayaan ikan Kerapu

Selain kaya akan destinasi wisata bahari, kawasan Mulut Seribu juga memiliki Burung endemik Kaka-Tua Kecil Jambul Kuning kecil serta flora dan fauna. 

Festival bahari yang diselenggarakan di kawasan perairan memesona nan eksotis yaitu Teluk Mulut Seribu tersebut tentunya dimaksudkan untuk memperkenalkan kekayaan alam khususnya destinasi bahari di Kabupaten Rote Ndao.

Sejumlah kegiatan yang akan ditampilkan dalam Festival Mulut Seribu  yakni parade perahu hias, lomba dayung, tarian massal, dan lomba bermain sasando.

Pesona kawasan Mulut Seribu di Rote Ndao Provinsi NTT dari kejauhan

Selain itu ada juga lomba Kebalai (Tarian dalam bentuk lingkaran sambil bergandengan tangan dengan melantunkan syair dalam Bahasa Rote dan Bahorok (Tarian pukul kaki). 

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus Saek, mengatakan, festival ini baru pertama kali digelar di wilayahnya. “Untuk persiapan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terkait festival Mulut Seribu telah rampung, sehingga kita sudah siap,” tutur Stefanus sebagaimana dilansir dari Kompas.com, Rabu (23/10/2019). 

Mulut Seribu, kata Stefanus,  merupakan gugusan pulau-pulau kecil mirip destinasi wisata Raja Ampat di Papua Barat. Stefanus menjelaskan bahwa Teluk Mulut Seribu terdapat gugusan pulau – pulau kecil yang berjumlah 22 buah pulau, yang berbentuk selat-selat yang menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya seperti labirin dalam jumlah banyak, sehingga disebut Mulut Seribu. 

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Rote Ndao mengundang pejabat dari semua kabupaten dan kota di NTT, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Forkopimda, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Desa, Kementerian Kominfo dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

“Yang menariknya dalam festival itu yakni di sekitar area Mulut Seribu satu kawasan yang memiliki keunikan alam berbentuk labirin. Kita berharap, dalam festival ini bisa tumbuh ekonomi baru di wilayah Teluk Mulut Seribu dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di wilayah setempat,” tutur Stefanus. 

Stefanus juga mengatakan bahwa bersama Pemprov NTT, pihaknya akan terus mempromosikan destinasi wisata Rote Ndao ke wilayah lainnya di Indonesia, hingga mancanegara. 

“Kegiatan ini digagas oleh pemerintah Kabupaten Rote Ndao dan didukung Provinsi NTT. Kita berharap, setelah festival ini dibuka tentu menjadi langka awal untuk lebih dikenal bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara,” kata Stefanus.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Wayan Darmawa, yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa festival ini digelar dalam rangka mempromosikan destinasi Mulut Seribu secara nasional dan internasional.

Menurut Wayan, destinasi Mulut Seribu baru dikenal luas setelah diangkat sebagai salah satu destinasi temuan hasil penelitian Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. 

“Setelah dipromosikan, ternyata Mulut Seribu memiliki potensi yang luar biasa sebagai destinasi yang memiliki banyak ikon tersembunyi,” tutur Wayan sebagaimana dilansir dari kompas.com

Wayan juga mengatakan bahwa dukungan dari pemerintah provinsi yakni mempromosikan secara luas kepada wisatawan domestik maupun mancanegara melalui semua kanal yang ada. 

Sementara itu Gubernur NTT Viktor Laiskodat beberapa waktu lalu mengatakan kepada nttbangkit.com bahwa kawasan mulut seribu selain memiliki potensi wisata bahari yang bertaraf internasional, juga memiliki keunggulan lain yaitu bisa menjadi tempat pembudidayaan ikan kerapu. 

“Saya sudah mengundang tim-tim ahli dan mereka sudah melakukan survei lapangan bahwa ada dua tempat di NTT yang bagus dan sangat berpotensi untuk membudidayakan ikan Kerapu, yaitu di wilayah pantai utara kabupaten Ngada yaitu Riung dan di Mulut Seribu. Tentunya kita akan bantu bibit ikan Kerapu sebanyak sepuluh juta ekor yang nantinya akan dikelola oleh masyarakat di bawah pengawasan langsung Pemda dan Pemprov NTT. Kita ingin memanfaatkan semua sumber daya kita secara positif untuk membangun NTT,” kata Gubernur Laiskodat. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi