Sab. Okt 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Tanggapi Permintaan Wagub NTT, BAKTI Kemkominfo Gandeng XL Bangun BTS di Maurole

3 min read
nttbangkit.com, listrik ende

Bakti Kementerian Kominfo dan XL Axiata resmikan BTS USO di desa Aewora, Ende, Nusa Tenggara Timur. (Image:XL Axiata)

ENDE, NTTBANGKIT.com –  Beberapa waktu lalu tepatnya Senin (14/10/2019), ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Palapa Ring wilayah timur yang diselesaikan pada Agustus lalu oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melalui penandatanganan prasasti digital, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef A. Nae Soi mengucapkan terimakasih melalui video streaming sembari memohon agar pemerintah Pusat melalui bakti Kominfo bisa menambah beberapa BPS (base transceiver station) di titik-titik blind spot di NTT.

Presiden Jokowi kemudian berjanji akan menindaklanjuti permohonan Wakil Gubernur NTT melalui Bakti Kominfo.

Janji tersebut kemudian mulai direalisasikan kemarin (28/10/2019) melalui peresmian BTS USO (universal service obligation) di desa Aewora, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, NTT oleh Kemkominfo bersama Operator telekomunikasi XL Axiata.

Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya mengatakan bahwa semua titik BTS USO yang dibangun perusahaan tahun ini berada di 51 kabupaten, yang sebagian besar diantaranya berada di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, termasuk Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, serta Papua.

Pembangunan jaringan USO di sejumlah titik tersebut mulai dilaksanakan sejak Oktober 2019 dan ditargetkan tuntas sebelum akhir tahun ini. Adapun XL Axiata merupakan operator telekomunikasi pertama yang menggelar on air jaringan USO pada tahun ini.

Momen gunting pita dalam peresmian BTS USO di desa Aewora, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh BAKTI Kementerian Kominfo dan XL Axiata (Image: XL Axiata)

“Area luar Jawa memiliki potensi perluasan jaringan terutama karena penggunaan data internet yang sangat tinggi. Berdasarkan data APJII, pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan hingga 500 persen dari 29 juta orang menjadi 171 juta orang, di mana 44 persen penggunanya berada di luar Jawa dan akan terus bertambah,” tutur Yessie dalam pernyataan resmi sebagaimana dilansir dari kumparan.com.

Yessy juga menambahkan bahwa sejak 2015 lalu, salah satu strategi yang dijalankan XL adalah memacu pembangunan jaringan di luar Jawa. Pada tahun 2017, XL sudah hadir di 22 kota/kabupaten di Nusa Tenggara Timur, dengan dukungan sekitar 1.000 BTS. Khusus jaringan 4G sudah masuk ke 19 kota/kabupaten melalui 200 BTS.

Adapun kota/kabupaten di NTT yang sudah terlayani jaringan data XL Axiata yaitu Alor, Belu, Ende, Flores Timur, Kota Kupang, Kupang, Lembata, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo Ngada, Rote Ndao, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Sabu Raijua, Sumba Barat Daya, Malaka, dan Sumba Tengah.

Perluasan jaringan 4G di desa Aewora yang dilakukan saat ini menurut Yessy beriringan dengan strategi perusahaan yang ingin mengekspansi jaringan internet di luar Pulau Jawa, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Perusahaan di tahun ini sudah membangun 289 titik jaringan BTS USO berteknologi 4G tersebut di berbagai wilayah Indonesia Timur.

Ke depannya, XL akan terus membangun jaringan USO dan memperluas ke seluruh wilayah Indonesia pada 2020. Yessie juga mengatakan XL akan mengelola dan mengembangkan semua jaringan USO yang dibangun menjadi jaringan yang benar-benar mampu melayani masyarakat semaksimal mungkin agar memberikan nilai ekonomi dan bisnis.

Seiring dengan pembangunan jaringan USO ini, XL Axiata juga akan bangun ekosistem pendukung hingga masyarakat semakin mudah mengakses dan memanfaatkan semua jenis layanan mereka.

Saat ini XL Axiata sudah memiliki 56,6 juta pelanggan dengan lebih dari 127.000 BTS, termasuk lebih dari 53.000 BTS 3G dan lebih dari 37.000 BTS 4G di seluruh Indonesia. Perusahaan juga akan terus berinvestasi untuk jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, dan berbagai upgrade jaringan lainnya untuk meningkatkan stabilitas, kapasitas jaringan, dan kualitas layanan data seiring dengan terus meningkatnya trafik layanan data. 

Dikonfirmasi secara terpisah, Wakil Gubernur NTT Josef A. Nae Soi mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada pemerintahan Jokowi yang cepat tanggap dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat NTT beberapa waktu lalu. 

“Seperti yang saya katakan kemarin (saat video streaming peresmian palapa Ring Timur) bahwa masyarakat NTT sangat mencintai Bapak Presiden Jokowi, karena bapak Presiden sudah lebih dahulu mencintai masyarakat NTT. Dan hal ini terbukti ketika bapak Presiden dengan cepat menanggapi keluhan kami tentang jaringan telekomunikasi yang sering hilang muncul,” kata Nae Soi.

Nae Soi juga mengatakan bahwa ia berharap agar Bakti Kominfo bisa terus menggandeng provider-provider untuk bisa membangun lebih banyak lagi BTS di beberapa daerah lainnya di Provinsi NTT. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi