Kam. Des 3rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Lima Obyek Wisata Rohani (Patung-patung) Terbesar di Sikka Ini Paling Banyak Diserbu Peziarah

4 min read

Bangunan Replika Kota Betlehem di Nelle, Kabupaten Sikka. (*)

MAUMERE, NTTBANGKIT.COM,–Maumere, Kabupaten Sikka, bukan hanya terkenal dengan obyek wisata taman laut dengan terumbu karang terindah di dunia yang berada di Teluk Maumere. Maumere sejak lama telah dikenal dengan pusat biara dan puluhan obyek wisata rohani (religi) yang sudah mendunia.

Maumere yang memiliki sekolah tinggi filsafat Katolik (STFK) Ledalero dan Seminari Tinggi Ritapiret di Nita, yang memproduksi para imam Katolik untuk dunia internasional, asia dan Indonesia, sudah sejak lama dikenal sebagai pusat wisata rohani terbesar kedua setelah Larantuka,Kabupaten Flores Timur. Pasalnya, Maumere memiliki bangunan-bangunan patung Yesus dan Maria serta terkini ada Replika Betlehem yang sudah tersohor dan populer di seluruh penjuru NTT, Indonesia dan dunia.

Dalam catatan NTTbangkit.com (NBC), ada lima tempat atau obyek wisata religius Katolik yang paling banyak diburuh para peziarah maupun wisatawan, yaitu:

1. Patung Maria Fatima (Wisung Fatima) di Lela

Patung Maria (Wisung Fatima) Lela. (*)

Patung Maria Fatima atau Wisung Fatima ini berada di jantung kota Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka. Sebagai patung cukup tua yang dibangun oleh para rohaniwan Katolik, Wisung Fatima Lela selain menjadi tempat doa bagi para peziarah, dari penjuru NTT, Flores bahkan luar NTT juga menjadi obyek wisata rohani terbesar sepanjang sejarah. Selain bangunan patung Maria, dibagian depan patung ada dua patung malaikat yang menyambut para peziarah. Selanjutnya, di puncak bukit (bagian belakang patung), ada bukit tinggi Golgota yang ada Salib Yesus mentereng menghadap ke laut Sikka. Untuk mencapai puncak bukit tersebut pengunjung berjalan kaki mendaki menaiki anak tangga. Menuju Wisung Fatima Lela sangat mudah. Dari jantung kota Maumere dapat menggunakan jasa ojek motor, mobil rental, angkutan pedesaan dari Terminal Madawat ke Lela. Jarak tempunya, kurang lebih 24Km, dan 1 jam sudah sampai di Wisung Fatima Lela

2. Patung Kristus Raja di Kota Maumere

Patung Kristus Raja di Kota Maumere. (*)

Patung besar dan tinggi Yesus Kristus ini terletak di jantung kota Maumere di tepi Laut Maumere yang berdekatan dengan Gereja Katedral Santo Yosep. Dahulu dijaman penjajahan Belanda, patung ini nyaris roboh akibat serangan bom tentara Jepang. Namun kemudian oleh para misionaris dibangun kembali (direnovasi). Seiring perjalanan waktu, menyambut kunjugan Sri Paus Yohanes Paulus II pada bulan Oktober 1988, dibuat lagi sebuah patung Yesus yang besar dan tinggi. Menjelang kedatangan Paus ke Maumere, patung Yesus karya seniman putra Sikka tersebut diangkut dari Jakarta dan didirikan di Lapangan Gelora Samador Maumere. Paus Yohannes kemudian memberkati patung tersebut. Oleh pemerintah dan keuskupan Agung Maumere, Patung Kristus Raja kemudian dipindahkan ke tempat lama (Patung Kristus Raja,red) untuk menggantikan patung lama di tepi laut Maumere yang usianya sudah tua dan rapuh. Sejak itu, begitu banyak para peziarah.

3. Patung Sri Paus Yohanes Paulus II di Ritapiret

Patung Sri Paus Yohanes II di Ritapiret. (*)

Patung Sri Paus Yohanes Paulus II berada di dalam Seminari Tinggi Ritapiret di Kecamatan Nita. Patung ini dibangun untuk mengenang atau memperingati bukti nyata kunjungan Sri Paus ke Maumere pada bulan Oktober 1988, di mana mendiang Sri Paus kala itu bermalam di Santo Petrus Ritapiret. Setelah diberkati, maka patung Sri Paus menjadi salah satu patung yang dikunjungi oleh berbagai manusia peziarah dan warga dari berbagai daerah. Selain berdoa, mereka juga berfoto selfi untuk mengenang kembali sang pemimin umat Katolik sedunia itu.

4. Patung Bunda Maria di Nilo

Patung Bunda Maria di Puncak Nilo.

Patung ini usianya sudah puluhan tahun. Letaknya berada di puncak bukit Nilo. Ukurannya sangat besar dan tinggi dan sangat mentereng jika dilihat dari Kota Maumere. Berada di ketinggian yang sunyi dan sepi, membuat patung bertubuh putih dengan tangan terbuka tersebut ramai dikunjungi para peziarah maupun wisatawan. Patung yang dibuat oleh seniman Sikka dan dibangun di era kekuasaan Bupati Alexander Longginus tersebut kini mudah dicapai karena kondisi jalan sudah jauh lebih baik. Melewati jalan aspal berkelok-kelok dari pingir barat kota Maumere siapapun dapat dengan mudah mencapai puncak bukit Nilo yang indah hanya dalam waktu kurang labih 30 menit. Selain Patung Maria, tak jauh dari tempat itu, saat ini telah dibangun pula tempat ziarah Puncak Golgota yang berdiri tegak Salib Yesus Kristus dan lengkap dengan patung tubuh Yesus. Dua obyek ini telah menjadi tempat yang paling diburuh peziarah. Selain berdoa, juga dapat menikmati udara dingin dan sejuk serta panorama alam Kota Maumere dan alam sekitarnya yang mempesona.

Salah satu putra terbaik dari desa Nilo, Amandus, saat ini tengah berencana agar bukit Maria di Nilo ke depan dapat dijadikan ‘Bukit ‘Seribu Patung.’ Dia berobsesi Bukit Nilo bukan hanya menjadi obyek wisata saja, tetapi akan menjadi Bukit Seribu Patung’ yang menjadi ikon bahwa Maumere adalah basis Katolik terbesar di NTT yang layak menjadi pusat biaraa yang layak dikunjungi peziarah dari seluruh penjuru dunia selain Kota Reinha, Larantuka, Flores Timur.

5. ReplikaKota Betlehem di Nele

Replika Betlehem di Nelle (*)

Selain empat (4) konstruksi rohani Katolik, di Kabupaten Sikka yang terkenal dengan Kota Biara Katolik ini juga telah dibangun Replika Betlehem yang sangat megah di puncak tinggi Desa Nelle Wutung (g) Kecamatan Nelle, sebelah timur kaki Gunung Iligai yang terkenal keramat dan angker. Konstruksi bangunan bergaya romawi yang digagas oleh Romo Wilfrid, Pr ini menjadi bangunan termegah, terunik, terlangkah, termahal dan terpopuler di NTT. Ribuan peziarah telah menginjakan kaki di puncak Replika Betlehem.

Mengutip tulisan medium.com, panorama indah nan antik dari atas bukit bisa dinikmati dengan meniti ratusan anak tangga. Perjumpaan dengan patung Yohanes Pembaptis memegang tongkat, patung Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel, dan patung Maria mengunjungi Elizabeth pun tak kalah menarik. Kehijauan lembah hijau nan subur Gunung Iligai dan panorma Kota Maumere dapat dinikmati dari atas bukit Replika Betlehem.

Romo Wilfrid, sebagai otak di balik pembangunan Replika Betlehem mendapat apresiasi yang sangat tinggi, baik dari para tokoh agama, rohaniwan, pemerintah, maupun umat Katolik. Pemimpin tertinggi umat Katolik Kabupaten Sikka kala itu, Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD mengucapkan kegembiraannya atas karya spektakuler nan agung Romo Wilfrid.

Menuju puncak bukit Relika Betlehem tidak susah. Hanya dengan kendaraan roda dua dan roda empat dari jantung Kota Maumere, siapapun dapat mencapai bukit kudus tersebut untuk berdoa, menyaksikan kemegahan patung-patung unik, dan merasakan getaran keindahan alam yang tenang dan mempesona. (Penulis: Korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi