Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pameran Cokelat Terbesar di Dunia, Cokelat NTT Diminati Orang Paris

1 min read

Gubernur NTT, Viktor BUngtilu Laiskodat bersama pengusaha Bobby Lianto saat pemaran Cokelat Terbesar di dunia di Paris, Prancis. (Foto:kompas.com),

NTTBANGKIT.COM,–Pameran cokelat terbesar dunia yaitu Salon du Chocolat 2019, berlangsung di Paris Expo Porte de Versailles,Perancis. Pada pameran hari ke-2, banyak pengunjung yang hadir di stand Indonesia. Ada lima produk cokelat asal Indonesia yang dipamerkan dalam ajang itu.

Satu di antaranya adalah cokelat Gaura, asal Sumba Barat, NTT. Cokelat Gaura diproduksi oleh PT Timor Mitra Niaga dan memiliki tiga varian unggulan yakni Dark Chocolate 60 persen, Dark Chocolate 80 persen dan Moringa Chocolate.

Direktur Pemasaran PT Timor Mitra Niaga, Bobby Lianto dari Paris, Jumat (1/11/2019), mengaku bangga karena pameran itu dihadiri langsung oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Suatu hal yang membanggakan bahwa Bapak Gubernur NTT datang untuk memberikan dukungan kepada Cokelat Gaura,” ungkap Bobby.

Menurut Bobby, Viktor menyaksikan sendiri bagaimana respon pasar terhadap Cokelat Gaura. Rupanya lanjut Bobby, varian Moringa Chocolate (daun kelor) adalah varian yang paling laku dan disukai pasar.

“Saat ini baru hari ke-2, tapi kami sudah kehabisan cokelat moringa. Respon pasar sangat kuat, karena merasa bahwa ini sesuatu yang berbeda,” kata Bobby.

“Umumnya dipikir seperti green tea, atau macha, tetapi ini moringa. Sesuatu yang sehat dengan benefit yang ada. Jadi ini cokelat sehat,” sambung Bobby.

Menurut Bobby, selain memasarkan cokelat, pihaknya juga memperkenalkan Indonesia dan Provinsi NTT, khususnya Pulau Sumba yang memiliki keindahan alamnya yang luar biasa.

“Kita juga ingin Sumba dan NTT lebih dikenal luas oleh dunia internasional,” kata Bobby. (Sumber: Kompas.Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi