Kam. Jan 28th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Sidang Rakyat XVII Persekutuan Gereja Kristen Indonesia Dilakukan Di Sumba NTT

3 min read

SUMBA, NTTBANGKIT.com – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggelar Sidang Raya XVII di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dibuka pada hari ini, Jumat (8/11/2019). Sidang tersebut akan berlangsung hingga Rabu (13/11/2019).

Pembukaan sidang raya tersebut berlangsung di lokasi wisara bukit savana Puru Kambera, di Desa Hambapraing, Kecamatan, Kanatang, Jumat (8/11/2019).

Awalnya direncanakan bahwa acara ini akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo, tetapi karena tidak bisa hadir, maka Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang membuka sidang tersebut dengan memukul gong. 

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly yang membuka sidang

Menteri Yasonna berpakaian adat Sumba Timur lengkap seperti Rato (Raja) saat sampai di lokasi sidang raya tersebut, dikalungi selempang dan diterima dengan sapaan adat atau dalam bahasa Sumba Timur panggara taungu dan juga kolaborasi tarian adat Sumba Timur dengan pekikan kakalak dan kayaka.

Selanjutnya dilakukan ibadat bersama, ibadat bersama itu dipimpin oleh Ketua Umum Sinode GKS, Pdt. Alfred Samani dan Pdt.Andreas Ndapa Tamu.

Sedangkan Penabhisan sidang Raya PGI Ke-XVII langsung oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat-Lebang. Dalam perayaan ibadat bersama itu juga diselingi dengan pertunjukan drama/teater oleh para jemaat.

Usai ibadat bersama, juga dilakukan sejumlah pertunjukan berupa tarian kolosal Manandang Paori Sumba Timur yang dipertunjukan oleh 300 pelajar, dan tarian kataga asal Sumba Tengah yang dipertunjukan oleh 300 pelajar, parade kuda dan sejumlah acara lainya kemudian diakhiri pemberian tali asih seekor Kuda Putih jantan dari GKS untuk Presiden Jokowi yang diterima oleh Menteri Yasonna.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan tiba di Sumba untuk mengikuti SR hari ke-2.

Ada banyak tokoh penting yang hadir dalam acara pembukaan tersebut,  seperti Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Ketua Komisi III DPR RI, Herman Hery bersama anggota DPR RI, Ketua DPRD Provinsi NTT, Emi Nomleni, Wakapolda NTT, Brigjen Pol Drs. Johni Asadoma, Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, Wakil Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali. Bupati Sumba Barat Daya, Kornelius Kodi Mete, Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Tengah Paulus SK Limu, Wakil bupati Sigi Paulina, Ketua DPRD Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq, pimpinan dan perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat, Ketum PGI Pdt. Dr. Henriette Tabita Hutabarat-Lebang, Sekum PGI Pdt. Gomar Gultom, S.Th bersama para pendeta Pimpiman dari 90 Sinode dan 29 PGIW, Pimpinan Forkompimda, para pejabat dan Tamu undangan lainya, serta belasan ribu para jemaat dan umat beragama lain.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan baru tiba di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur pada Sabtu (9/11/2019) pagi dengan menggunakan Jet pribadi yaitu VP-BKM.

Menteri Luhut datang bersama staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Lambock V.N, Sitorus, Fred S. L, Hotmangaraja Panjaitan dan Hinsa Siburian.

Menteri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan disuguhkan Sirih Pinang dalam SR hari ke-2

Ketika tiba dan bergabung dalam sidang hari ke-2, Luhut juga memberikan arahan dan pemaparan beberapa materi. Sembari duduk dengan mengenakan pakain adat Sumba Timur di gedung MPL, Luhut disuguhkan sirih pinang.

Sementara itu, Irma Riana Simanjuntak yang adalah juru bicara PGI mengatakan, dalam keterangan tertulisnya, bahwa Sidang Rakyat (SR) merupakan lembaga tertinggi dalam pengambilan keputusan terakhir PGI. 

Tugas SR antara lain membahas dan memperdalam hidup gerejawi dalam persekutuan, kebaktian, kesaksian, dan pelayanan,  dengan bersama-sama menelaah firman Allah; membahas keadaan dan tanggung jawab bersama gereja-gereja di Indonesia; menetapkan dokumen-dokumen keesaan gereja; menilai dan menerima pertanggungjawaban MPH-PGI; serta memilih dan atau menetapkan anggota-anggota dari MPL-PGI,  MPH-PGI, Badan Pengawas Perbendaharaan PGI, dan Majelis Pertimbangan PGI.

Irma juga mengatakan bahwa pemilihan Sumba sebagai lokasi sidang, selain karena menjadi keputusan Sidang Raya XVI di Kepulauan Nias, juga karena daerah itu dan NTT secara umum merupakan salah satu daerah termiskin di Indonesia yang mana bisa dikembangkan potensi-potensinya.

Selain potensial,  Sumba juga adalah tempat paling toleran yang mana bisa dijadikan prototipe untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika. 

“Dengan adanya perhelatan ini (SR), Sumba akan lebih bangkit menuju kesejahteraan,” tutur Irma. (*)

Penulis: Emild Kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi