Kam. Feb 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

2 views

Gubernur Laiskodat Ajak Masyarakat Bangun Toleransi Dengan cara Sederhana

2 min read

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (Image: Ist.)

KUPANG, NTTBANGKIT.com – Cara sederhana untuk membangun toleransi di antara masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) menurut Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat adalah dengan menghargai keberagaman. Laiskodat juga menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan alasan dirinya selalu menggunakan salam lintas agama setiap kali berbicara di depan masyarakat maupun ketika memberikan sambutan. 

Salam lintas agama, bagi Laiskodat merupakan bentuk penghargaan dan penghormatan kepada masyarakat yang pluriformis dengan berbagai macam agama.

Ia menyebut bahwa orang yang mampu menerima perbedaan adalah orang-orang yang ingin maju. Sehingga melalui salam lintas agama tersebut diharapkan menjadi tonggak bagi masyarakat dalam menerima perbedaan. 

“Saya ingin masyarakat menerima perbedaan itu dan merasa enjoy,” ucap VBL  saat menyampaikan sambutan dalam acara workshop implementasi kode etik BPK yang berlangsung di hotel Sotis Kupang, Jumat (13/12/2019) dikutip dari timesindonesia.co.id.

Sejak awal memimpin, Gubernur Laiskodat mewajibkan penggunaan salam lintas agama kepada semua elemen masyarakat agar digunakan dalam setiap kegiatan yang bernuansa kebersamaan. Kendati awalnya banyak masyarakat yang tidak menerima, lambat laun masyarakat mulai menerima dan menggunakan salam lintas agama. 

“Banyak yang nanya, dalam gereja kok assalamualaikum. Dalam gereja, dalam masjid, dalam rumah, dalam apa saja (selalu ucapkan salam lintas agama). Semangat keindonesiaan kita harus tetap dijaga di tengah perbedaan uang semakin menjauhkan kita, menjadi tantangan bagi kita sebagai pemimpin untuk merekatkan kembali keindonesiaan itu sehingga rileks,” tutur Laiskodat dilansir dari timesindonesia.co.id.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh gubernur Laiskodat, Ketua BPK RI,  Agung Firman Sampurna mengatakan bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus disyukuri dan apabila diterima secara baik maka keberagaman itu akan menjadi kekuatan yang besar. Agung juga menyampaikan harapan agar provinsi NTT bisa menjadi contoh Provinsi toleransi di Indonesia.

“Saya pikir kita perlu memberikan apresiasi kepada Pak Gubernur NTT dan kita berharap NTT menjadi role model dalam keberagaman di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanyanya. 

Melalui salam lintas agama, masyarakat NTT diajak untuk membangun sikap toleransi aktif kepada sesama yang berbeda, sehingga ketika terjadi politisasi agama dan isu-isu SARA, NTT tidak akan terkena dampak negatifnya. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi