Kam. Okt 21st, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Sampah Jadi Masalah Global, Menteri LHK Kampanye Destinasi Super Premium Bebas Sampah

3 min read

Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar (Image: Netral News)

Sampah Jadi Masalah Global, Menteri LHK Kampanye Destinasi Super Premium Bebas Sampah

LABUAN BAJO, NTTBANGKIT.COM — Setelah sukses menyelenggarakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Sumatera Utara tepatnya di Danau Toba, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI melaksanakan kegiatan yang sama di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

“Puncak HPSN 2020 yang dilaksanakan pagi ini merupakan HPSN kedua setelah dilaksanakan di Danau Toba pada pekan yang lalu,” ucap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar dalam laporannya di Labuan Bajo, Jumat (06/03/2020). 

Dia mengaku, masih harus melaksanakan di tiga destinasi super premium lainnya agar seluruh destinasi super premium di Indonesia dapat maju dan memberi efek positif bagi perilaku masyarakatnya sesuai dengan tema HPSN 2020 Indonesia Bersih,  Indonesia Maju, Indonesia Sejahtera. 

“Labuan Bajo akan menjadi tuan rumah KTT G-20 dan Asean Summit. Karena itu, kota ini harus terus mengalami kemajuan berarti termasuk dampak yang dirasakan dari HPSN 2020 di tempat ini,” tandas mantan Sekjen Kemendagri RI sembari menambahkan, “Isu sampah  sudah menjadi permasalahan Indonesia bahkan global. Diperlukan sinergi dan kolaborasi semua pihak, pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas lingkungan, dalam pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga hilir.”

Image: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI,  Siti Nurbaya Bakar bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi RI,  Luhut Binsar Panjaitan dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat menghadiri HPSN 2020 di Labuan Bajo

Politisi Partai Nasdem ini menyampaikan sekilas balik HPSN yang diperingati setiap tanggal 21 Februari sejak tahun 2006 silam. Didasarkan pada peristiwa 12 tahun lalu telah  terjadi tragedi longsornya timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Leuwigajah, Cimahi Bandung, Jawa Barat yang diduga karena curah hujan yang sangat tinggi, serta ledakan gas metana yang terperangkap dalam timbunan sampah.  

Longsornya 2,7 juta meter kubik sampah ini,  kemudian menimpa permukiman yang berada di bawah TPA tersebut. Dari kejadian itu, tercatat lebih dari 157 jiwa terkubur hidup-hidup. Bahkan dua kampung adat hilang karena tertimbun sampah. Peristiwa ini bukan bencana biasa tetapi ini sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan hati. 

Pada puncak peringatan HPSN 2020 ini dilaksanakan berbagai kegiatan dan kunjungan yang bernilai positif dalam upaya memerangi sampah. 

“Kita juga punya kiat untuk mengolah sampah sehingga bernilai ekonomis untuk kesejahteraan masyarakat. Di danau Toba, sudah diresmikan pusat daur ulang sampah. Sedangkan di Labuan Bajo kita akan serahkan berbagai fasilitas pengelolaan sampah dari Kementerian LHK dan Kementerian PUPR berupa 1 unit kunci bangunan pusat daur ulang,  8 motor sampah, 1 unit kunci tempat pemrosesan akhir sampah, 1 unit excavator,  2 arm roll,  60 tempat sampah terpilah dan 40.000 anakan mangga,  yang semuanya, akan kami serahkan kepada Bupati Mabar dan akan ditindaklanjuti penggunaannya oleh masyarakat Mabar agar lingkungannya tetap bersih,” kata Menteri LHK Siti Nurbaya. 

Menurut dia, dengan dilaksanakannya HPSN 2020 semakin menguatkan komitmen semua stakeholders untuk memerangi sampah. 

“Kegiatan ini semakin menguatkan komitmen kita semua untuk memerangi sampah,” kata Menteri Nurbaya.

Puncak peringatan HPSN 2020 ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, didampingi Menteri LHK, Wagub Nae Soi, Bupati Dulla dan Wabup Maria Geong.

Usai tekan tombol sirene, Menko Luhut, Menteri LHK beserta rombongan beserta, seluruh undangan berbaur dengan 10.000 orang melakukan aksi bersih di sepanjang TPI Labuan Bajo, dan lima zona hingga Inaya Bay yaitu: kampung ujung,  kawasan marina, pelabuhan peti kemas dan dermaga penumpang, kampung air dan bukit Pramuka. 

Setelah aksi bersih seluruh undangan meninjau pameran pengelolaan dan daur ulang sampah yang dilaksanakan Kementerian LHK,  Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan kementerian terkait lainnya. (France Tiran, S.Si/Kasubag Pelmas dan Hubungan Kelembagaan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi