Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Dua Kades Milenial NTT Bawa BUMDes-nya Masuk Nominasi 10 Besar BUMDes Terbaik Nasional

2 min read
Dua Kades milenial: Kades Hadekewa Klemens Kwaman dan Kades Detusoko Barat Nando Watu (image: florespos.id)

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — “Proses tidak akan menghianati hasil.” Itulah ungkapan yang pantas diberikan kepada dua Kepala Desa (Kades) milenial dari provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan tim yang berhasil membuat Badan Usaha Milik Desa (BumDes) masuk 10 besar untuk nominasi BumDes terbaik nasional.

Dua BumDes yang dimaksud adalah BumDes Au Wula milik Desa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende dengan Kadesnya yang bernama Nando Watu dan BumDes Tujuh Maret milik Desa Hadekewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata dengan Kadesnya yang bernama Klemens Kwaman.

Kedua BUMDes yang dipimpin oleh Kades milenial tersebut bisa masuk nominasi 10 besar karena memiliki skema penciptaan pangsa pasar berbasis digital.

“Dua BUMDes ini terpilih sebagai nominasi bumdes digital nasional karena skema penciptaan marketplace berbasis digital yang mereka buat,” kata Koordinator P3MD Kemendes PDTT di wilayah NTT, Kandidatus Angge sebagaimana dilansir dari Pos Kupang.

Ia menjelaskan bahwa kedua BUMDes ini memiliki produk unggulan, yang mana BUMDes Tujuh Maret memiliki produk unggulan berupa ikan teri dalam tujuh varian yang dipasarkan melalui Buka Lapak, Shopee, dan kini tengah melakukan penandatanganan kerjasama dengan salah satu perusahaan di Jakarta untuk pasokan produk. Sementara itu BUMDes Au Wula memiliki produk sayuran dan hortikultura yang dipasarkan secara digital dengan nama “Dapur Kita.” 

Ia juga menjelaskan bahwa semua produk unggulan yang dipasarkan secara digital dikembangkan melalui pemanfaatan dana desa  di bawa pengawasan dan pendampingan langsung oleh Kementerian Desa PDTT.

Sementara itu Kades Hadekewa, Klemens Kwaman mengaku bahagia karena kerja keras dan dukungan semua masyarakat selama ini telah terbukti.

“Tentunya bahagia dan senang kerja keras selama ini terbayarkan. Saya satu bulan terakhir selalu komunikasi dengan pihak Kemendes jadi sudah ada tanda-tanda kita bisa masuk bersaing dengan wilayah Jawa,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/06/2020) sebagaimana dilansir dari Liputan 6 dan menambahkan, “Akhir-akhir ini juga kita menggunakan marketplace jadi produk kita sudah dikenal. Terakhir kemarin kita MoU dengan salah satu pengusaha di Jakarta, mereka jatuh cinta dengan ikan teri Hadekewa katanya punya rasa yang unik.”

Selanjutnya dirangkum dari berbagai sumber, program “Dapur Kita” merupakan salah terobosan yang diciptakan Desa Detusoko Barat untuk membantu masyarakat selama masa krisis pandemi Covid-19.

BUMDes Detusoko Barat, melalui program yang berkolaborasi dengan Keuskupan Agung Ende (KAE) ini pun dibuat untuk membantu petani kecil melalui pemasaran secara online dengan harga terjangkau, yaitu Rp75.000/paket. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi