Sel. Des 1st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Laiskodat: Wakil Rakyat Harus Berpikir Out of Box Untuk Kesejahteraan Masyarakat

3 min read

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sapaan pembukaan acara Bimbingan Teknis Pendalaman Tugas bagi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten TTU di Hotel Neo by Aston Kupang pada Selasa (25/08/2020) mengatakan bahwa cara berpakaian wakil rakyat harus mencerminkan nilai etnis dan kearifan lokal, kendati berada di ruang politik. 

Gubernur Laiskodat ingin agar para wakil rakyat memiliki mindset global dan menjalankan tugas lokalnya.

“Bagaimana cara berpakaian harus bisa kita rubah, DPRD TTU datang dalam ruangan berpakaian adat dan tenunan, harus mengembangkan kelokalan. Bagaimana cara berpikir internasionalnya DPRD TTU, bagaimana cara berpikir mengelola perbatasan dalam aspek politik, sosial, ekonomi  dan budayanya, itu harus karena itu nilai yang harus diketahui. Seorang DPRD harus tahu dan berani menyampaikan konsep-konsep pengelolaan perbatasannya, terkait dampak-dampaknya baik sosial, budaya, ekonomi maupun dampak pertahanan keamanannya, semuanya itu harus dari pemikiran-pemikiran DPRD TTU untuk maju,” tutur Laiskodat sebagaimana Informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov NTT.

Mantan anggota DPR RI fraksi Nasdem ini juga mengatakan bahwa  dirinya senang karena bisa bertatap muka secara langsung dengan seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten TTU.

Putera asli Semau ini juga mengatakan bahwa semenjak menjadi Gubernur, dirinya mencermati, mengapa provinsi NTT selalu berjalan di tempat.

Ia menjawabi bahwa hal tersebut terjadi karena selama ini, baik pemerintah maupun DPRD lebih condong ke hal-hal administratif.

Ia melanjutkan bahwa segala macam aturan dan syarat administrasi lainnya harus mampu dituangkan ke tataran praktis sehingga bisa menghasilkan kebijakan dan gerakan berdampak langsung kepada masyarakat NTT.


Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para anggota DPRD Kabupaten TTU

“Saya ingin mendorong kita semua agar keluar dari kebiasaan-kebiasaan lama kita, untuk membangun pemikiran-pemikiran baru. Contoh tentang pengelolaan aset, bagaimana cara kita mengelola aset  untuk membangun kesejahteraan rakyat,” tutur Laiskodat dan melanjutkan, “Semakin hari tugas anggota DPRD semakin kompleks, untuk itu dalam pengawasan data teknis, DPRD  wajib ikut ke dalam. Contoh mau membangun bendungan, mau membangun pertanian sekian hektar, data yang dimiliki harus jelas. Bibit jagungnya jenis apa, ada dimana, jumlahnya berapa.  Apakah sudah lewat musim hujan atau belum, kalau sudah lewat musim hujan apakah ada sumur bornya, berapa sumur bornya,  yang dibangun oleh APBDnya berapa, APBNnya berapa, dana desanya berapa.”  

Ia pun mengarsis bahwa  bila DPRD, dalam mengimplementasikan fungsi legislasinya mampu membuat konsep-konsep yang out of box dan kreatif, dengan sentuhan kearifan lokal, maka kesejahteraan rakyat akan tercapai.

Di akhir sambutannya, Gubernur Laiskodat berharap agar DPRD bisa bersinergi dengan pemerintah daerah setempat dalam ikhtiar untuk mendesain pariwisata dan budaya lokal yang berdampak secara ekonomi, sosial, dan budaya kepada masyarakat lokal.

Sementara itu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi NTT, Keron A. Petrus dalam laporannya, sebagaimana Informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov NTT menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menguatkan kompetensi tugas kedewanan dalam kerangka membangun kemitraan dan mendorong sinergi percepatan pembangunan di daerah yang  berkontribusi pada pembangunan daerah dan nasional.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut: Ketua DPD Kabupaten TTU (Hendrik F. Bana) dan para Anggota DPRD Kabupaten TTU, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT (Jelamu Ardu Marius), Staf Khusus Gubernur NTT (Samuel D. Pakereng)  dan Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi