Kam. Des 3rd, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pemkot Kupang Dukung Penuh Masukan Gubernur NTT dan Laksanakan Beberapa Langkah Prioritas

2 min read
Wakil Walikota Kupang Hermanus Man

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — Pemerintah Kota Kupang akan menindaklanjuti beberapa poin penting dalam rapat bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat pada Jumat (2/10/2020).

Diketahui bahwa beberapa waktu lalu, ketika Gubernur Laiskodat melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Kupang, ia menyoroti beberapa hal urgen sepert gizi buruk dan stunting, sampah, air bersih, parkir dan tata ruang.

Membahas isu-isu strategis tersebut, Walikota dan Wakil Walikota Kupang pun mengadakan rapat bersama pimpinan OPD terkait.

Berikut rangkuman nttbangkit.com tentang beberapa permasalahan yang dielaborasi Wakil Walikota Kupang, Herman Man:

Pertama, tentang gizi buruk dan stunting. Dalam menangani gizi buruk dan stunting, pihaknya tidak hanya sekedar bagi susu, kacang hijau, melainkan sedang menyusun Rencana Aksi Daerah Penanganan Gizi Buruk dan Stunting Kota Kupang dari hulu hilir.

Pertama akan dibuat pendekatan preventif oleh beberapa pihak seperti pihak yang bergerak di bidang pendidikan, agama, dasa wisma, tim penggerak PKK, BKBN dan semua lainnya kepada masyarakat yang berdasarkan pemetaan termasuk dalam area gizi buruk. 

Selanjutnya akan dibuat secara bersamaan, gerakan penanganan gizi buruk secara berkala dengan mendatangkan tenaga medis dan obat-obat serta suplay gizi.

Kedua, tentang sampah. Dikatakan bahwa penanganan sampah di kota Kupang teknik pengumpulan sampah melalui pemasangan kontener sampah. 

Rencananya TPS-TPS yang ada di jalan protokol akan ditutup dan diganti dengan kontener-kontener sampah, tetapi TPS yang ada di gang-gang kecil masih akan tetap ada. 

Terkait hal ini, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore meminta agar ODP terkait bisa menghitung anggaran secara baik untuk kemudian diajukan ke Gubernur NTT dan Pemerintah Pusat.

“Kontener-kontener itu Pak Wali minta harus dihitung betul pengangkutannya. Mulai dari pagi sampai jam berapa selesai. Itu diatur berapa kebutuhan tenaga, bahan bakar dan lainnya dibuat. Kemudian dilanjutkan dengan pengangkutan ke TPA, tutur Wawalkot, seraya menjelaskan maksud dari Walikota.

Ketiga tentang air bersih. Dalam mengatasi hal ini, Wawalkot katakan bahwa harus ada rencana induk sistem air bersih di kota Kupang, termasuk pengaturan suplay air dari kabupaten ke kota. Demikian pula dengan beberapa treatment air seperti di Oeba harus dibagi berdasarkan zonasi, sehingga penanganannya berjalan baik dan teratur.

Keempat, tentang parkir dan tata ruang. Dalam hal ini, Pemkot akan melakukan penertiban kembali terhadap pengelolaan parkir, karena dalam kontrak sudah termaktub bahwa petugas parkir harus menggunakan seragam lengkap dan memiliki izin.

Walikota Kupang pun sudah menegaskan kepada Kepala Dinas Perhubungan untuk mencabut izin pengelola parkir yang tidak tertib.

Di sini juga, Wawalkot mengingat agar pada pimpinan OPD tidak mengganti anggaran yang sudah dibahas, karena telah disepakati bersama, dan bahwa anggaran tersebut sudah dihitung sesuai kebutuhan di Kota Kupang.

Wawalkot juga mengatakan bahwa dirinya bersama Walikota dan semua perangkat ODP sangat mendukung grand design masyarakat ekonomi NTT oleh Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT.

Ia menuturkan bahwa pihaknya akan mendukung dengan sekuat tenaga grand design tersebut. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi