Jum. Okt 30th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kalabba Madja, Gua Mabala dan Kampung Adat Namata Angkat Pariwisata Sabu Raijua

7 min read

Obyek wisata alam Gua Mabala di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (Foto.Aktual.co)

Obyek wisata kelas dunia, Kalabba Madja, di Kabupaten Sabu Raijua, NTT. (Foto:arahdesa.com)

NTTBANGKIT.COM,-Kabupaten Sabu Raijua telah lama dijuluki sebagai “Surga Yang Tersembunyi.” Sematan itu lumrah karena Sabu Raijua memang tersembunyi di ujung Laut Sawu, gunung dan bukit-bukit yang tinggi di balik awan di tengah Samudera Hindia berbatasan dengan Negara Australia. “Surga Yang Tersembunyi,” memang menyimpan banyak potensi yang salah satunya di bidang pariwisata. Sabu memiliki begitu banyak obyek wisata natural yang belum semuanya tereksplorasi. Aset budaya adat dan alam megalitik peninggalan para leluhur dan penjah tempo dulu tersebut belum maksimal digarap sebagai sektor pemasok pundi-pundi daerah.

Menyadari sektor pariwisata adalah pemasok pundi-pundi daerah, Mantan Bupati, Nicodemus Rihi Heke (kini kembali maju), tidak tinggal diam. Ia mulai merobek isolasi pariwisata Sabu dengan menggelar Festival Kalaba Madja. Festival ini adalah festival pertama di era kekuasaannya. Festival tersebut mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan pelaku wisata, travel, perhotelan dan Pemerintah Provinsi NTT. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT, Drs. Josep A. Nae Soi,MM, yang sedang menjadikan pariwisata sebagai program utama.

Menurut Rihi Heke, dengan menggelar Festival Kalaba Madja dapat membuka akses ke Sabu secara lebih luas. Meskipun pada tahapan pertama belum sempurna karena kurangnya sosialisasi, tetapi paling tidak gerakan promosi obyek pariwisata dan seni budaya Sabu Raijua telah dimulai. Dari kegiatan festival tersebut, dapat dievaluasi dan ke depan dapat diselenggarakan lebih baik dan lebih meriah lagi.

Dikatakannya, dengan membangun sektor pariwisata baik melalui festival dan iven-iven seni budaya lainnya, dapat meningkatkan pendapatan daerah, dan otomatis rakyat mendapatkan uang dari berbagai usaha yang dilakukan untuk menyambut para wisatawan domestik maupun mancanegara. Para petani, nelayan, pengusaha hotel, home stay, restoran, warung makan dan berbagai pelaku usaha kerajinan tangan dan tenun ikat tentu akan memetik hasil dari pegelaran iven-iven pariwisata. Untuk itu, dia mendorong, warga untuk bangkit dan bekerja mempersiapkan berbagai kebutuhan wisatawan.

Lebih jauh, dengan iven Festival Kalaba Madja, meskipun belum mampu menyedot ratusan wisatawan, tapi paling tidak telah memperkenalkan pariwisata Sabu dan menggangkat citra Sabu Raijua ke pentas nasional dan internasional. Tujuannya Sabu Raijua dikenal dahulu. Setelah orang mengenal dan tertarik, maka mereka akan datang ke Sabu. Untuk itu kita terus melakukan promosi obyek-obyek pariwisata kita yang unik, indah nan langka,” tandas Rihi Heke, belum lama ini di Kupang.
Vote Kampung Adat Namata.

Selain menggelar Festival Kalaba Madja dan iven-iven budaya lainnya, Rihi Heke juga mengajak seluruh orang Sabu Raijua yang berada di luar Sabu mendukung pembangunan pariwisata di Sabu. Salah satunya dengan ikut vote Kampung Adat Namata yang saat ini masuk nominasi juara.

“Saya ajak semua orang Sabu di Sabu di luar Sabu untuk mendukung pembangunan pariwisata di Sabu dengan ikut Vote Kampung adat Namata yang tahun 2020 ini masuk nominasi juara.Caranya dengan ketik SMS API 13C kirim ke 99386. Mari kita berikan dukungan dengan memanfaatkan HP kita untuk kemajuan pariwisata Sabu supaya Kampung Ada Namata menjadi juara satu,”ajak Rihi Heke dalam pertemuan dengan para pemuda-pemudi Sabu Raijua di perkebunan sayur Kelompok Tani Wewar Manggana belum lama ini, di Batuplat, Kota Kupang, pekan lalu.

Rihi Heke mengatakan, sudah tiga tahun berturut-turut Sabu Raijua mengikuti iven promosi obyek wisata alam. Pada tahun 2018 Kalaba Madja menjadi nominasi terbaik Surga Tersembunyi, pada tahun 2019 ada Gua Mabala yang berhasil masuk Apresiasi Pesona Indonesia (API) Terunik dan Terppuler dan kita dan meraih juara dua karena kurang sosialisasi. Dan pada tahun 2020 ini ada Kampung Adat Namata masuk nominasi.

Kampung Adat Namata, di Kabupaten Sabu Raijua

“Kita semua berusaha agar Kampung Adat namata bisa meraih juara satu. Kampung ini bukan hanya milik rang Namata, tetapi milik semua orang Sabu Raijua. Kampung ini sudah jauh lebih terkenal dari Kalabaja dan Gua Mabala, hanya saja baru kita angkat. Jadi mari kita dukung dengan vote Kampung Adat Namata agar bisa menjadi juara,” pintanya.
Dikatakannya, dengan meraih juara, nama Sabu Raijua akan menjadi terkenal dimana-mana, yang dapat membawa wisatawan ke Sabu. Jika banyak wisatawan ke Sabu Raijua, maka otomatis membuat orang Sabu harus mempersiapkan diri, yaitu menyiapkan makan-minum. Menyiapkan makan minum berarti harus membangun pertanian dan perkebunan dengan semangat tanam, tanam dan tanam untuk meningkatkan ekonomi rakyat.

Ditambahkan Rihi Heke, saat ini pembangunan pariwisata baru mulai dikembangkan. Walau masih kalah jauh dengan kabupaten lain yang sudah lebih maju, namun terus bangkit berdiri membangun pariwisata Sabu agar maju berkembang. “Saya ajak semua orang Sabu Raijua baik yang berada di seluruh NTT maupun di seluruh Indonesia untuk mendukung pembangunan pariwisata Sabu Raijua. Dukungan tersebut bisa materil dan moril serta doa agar kita bisa sukses bangkit maju bersama,” ajak Rihi Heke.

Kampung Adat Namata Unggul

Untuk diketahui, saat ini, Kampung Adat Namata, di Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi NTT unggul tipis sementara atas puluhan pesaing lainnya yang menjadi nominator Kampung Adat Terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020. Seperti dilansir Majalah Fortuna, data terbaru dari Tim API 2020 memperlihatkan pada periode Vote 1 – 30 September 2020, Kampung Adat Namata di Sabu Raijua menempati Ranking Tertinggi dengan vote score 20,3%.

Namata unggul tipis atas 6 nominator lainnya, yakni Kenang Kenidai Kota Pagar Alam Sumatera 19,7%, Kampung Sarugo Kabupaten Lima Puluh Kota 17,6%, Rumah Tuo Rantau Panjang Kabupaten Merangin 13,2%, Tongkonan Karuaya Toraja 8,8%, Desa Pampang Kota Samarinda 8.7% dan lainnya 11,8%

Melihat hasil yang mencengangkan itu, Penjabat Bupati Sabu Raijua Ferdy Kapitan langsung “tancap gas” mengajak semua komponen masyarakat Sabu Raijua juga masyarakat NTT dimana saja berada untuk Vote Kampung Adat Namata. Caranya mudah, hanya dengan mengetik SMS : API (spasi) 13C kirim ke 99386. Periode VOTE masih diperpanjang hingga bulan Desember 2020.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir.Ferdy Kapitan,M.Sc, belum lama ini, mengaku telah menginstruksikan kepada Pimpinan OPD, semua perangkat ASN juga semua komponen di Kabupaten Sabu Raijua maupun di daerah lainnya di Provinsi NTT untuk memilih Kampung Adat Namata sehingga masuk nominasi API 2020 sebagai Kampung Adat Terpopuler.

Selaku Penjabat Bupati, ia mengaku telah bertemu dengan Ketua Ketua DPRD Sabu Raijua, Paulus Rabe Tuka bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD Sabu Raijua untuk membahas banyak hal termasuk mengajak dan memohon dukungan DPRD setempat agar mengajak konstituen memberi dukungan bagi promosi Kampung Adat Namata.

Menurut dia, dengan masuknya Kampung adat Namata tentu tidak saja menjadi kebanggaan orangt Sabu tetapi juga seluruh orang NTT karena pariwisata pasti memberi multiflier effect bagi pengembangan ekonomi dan pariwisata tidak saja di Sabu Raijua tetapi juga daerah lain di Nusa Tenggara Timur bahkan Indonesia dalam arti luas.

Hal ini dikarena saat ini sektor pariwisata sudah menjadi sektor kunci pembangunan nasional. Sektor ini dipandang paling produktif, cepat dan strategis menggerakan roda perekonomian nasional, regional dan daerah. Khusus untuk kaum pelajar dan mahaiswa, dia juga meminta melalui Dinas Pendidikan untuk mengajak semua guru, pegawai dan siswa yang mempunyai Handphone untuk secara masal melakukan vote untuk Kampung Adat Namata.

Dukungan lain juga diharapkan dari semua tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan segenap komponen lain terutama kalangan muda yang saat ini tergabung dalam berbagai komunitas sosial kemasyarakatan. Dengan koordinasi dan gerakan bersama yang dilakukan secara masif maka Penjabat Bupati Ferdy Kapitan yakin Kampung Adat Namata nantinya keluar sebagai nominator API 2020 yang akan diumumkan pada bulan akhir Desember 2020 nanti.

Secara Terpisah, Kadis Pariwisata Sabu Raijua, Wellem Rohi mengaku bersyukur dengan peroleh sementara Kampung Adat Namata menjadi yang tertinggi dari 8 destinasi NTT yang masuk nominasi API 2020. Hasil yang tercapai tentu berkat kerja keras dan kerja cerdas semua pihak baik pemerintah maupun mitra swasta juga dukungan masyarakat. Wellem mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan semangat, koordinasi dan partisipasi dengan memilih (Vote) Kampung Adat Namata. Dengan masuknya Namata sebagai Kampung Adat Terpopuler 2020 maka dipastikan melengkapi kebahagiaan orang Sabu Raijua karena API mampu mengawinkan dua keunggulan wisata di Sabu Raijua.

Untuk diketahui, dalam ajang API 2020, Provinsi NTT mendorong 8 destinasi dan keunggulannya masuk dalam nominator API 2020 bersama ratusan spot lainnya di 34 Propinsi di Indonesia. Kedelapan destinasi dan spot unggulan tersebut yakni : Se’i Kota untuk kategori Makanan Tradisional Terpopuler, ketik API 18D kirim ke 99386, Island Hoping Meko, Flotim untuk kategori Wisata Air Terpopuler API 18E kirim ke 99386, Dataran Tinggi Terpopuler Fulan Fena Belu, ketiks SMS API (spasi) 10C kirim ke 99386.

Spot lainnnya yakni Situs Sejarah Terpopuler, Liang Bua Manggarai SMS ketika API (spasi) 12F kirim ke 99386, Destinasi Belanja Terpopuler, Sentra Tenun Ikat Ina Ndao Kupang, ketik SMS API (spasi) 15H kirim ke 99386, Destinasi Baru Terpopuler, Pulau Semau, Kabupaten Kupang, ketik SMS API (spasi) 17C kirim ke 99386 dan Surga Tersembunyi Terpopuler, Mulut Seribu di Pulau Rote ketik SMS API (spasi) 18D.

Dukungan Infrastruktur

Untuk mendukung pembangunan pariwisata Sabu Raijua, Ir. Piter Djami Rebo, M.Si, memberikan dukungan penuh kepada Nick Rihi Heke untuk melanjutkan pembangunan Sabu dengan gencar membangun lobi-lobi anggaran untuk percepatan pembangunan infrastruktur transportasi Sabu Raijua.

“Saya memberikan dukungan penuh kepada Pak Nick untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Sabu. Berbicara soal pembangunan dan promosi pariwisata berarti infrastruktur pendukung harus kita siapkan secara baik. Jalan raya harus kita bangun dan kita perbaiki secara kontinyu. Bandara harus kita bangun dengan fasilitas yang modern. Pelabuhan harus kita benahi dan kita bangun dengan fasilitas yang baik agar dapat melayani seluruh warga termasuk melayani para wisatawan,” terang mantan Kadis PU NTT tiga periode itu saat berdiskusi dengan Rihi Heke di kediamannya, Walikota Baru Kupang, pekan lalu.

Selain itu, terang Djami Rebo, jaringan komunikasi, perhotelan, home stay, perumahan dan listrik juga harus dibangun menyeluruh dan tuntas sehingga memudahkan segala akses ke Sabu Raijua. Dengan demikian, maka sektor pariwisata akan makin berkembang dengan baik.

“Ketika sarana infrastruktur darat, laut dan udara serta jaringan telekomunikasi sudah dibangun lebih baik, maka tidak susah kita bangun dan promosikan pariwisata. Mengapa itu penting? Karena apa artinya kita promosi habis-habisan tetapi infrastruktur kita masih jauh dan sangat terbatas. Hal itu, tentu akan mengurangi semangat atau minat atau animo para wisawatan ke Sabu. Mari kita semua orang Sabu di mana saja dukung Nick melanjutkan pembangunan Sabu lima tahun mendatang agar apa yang sudah dibangun saat ini dituntaskan,” pinta Mantan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Provinsi NTT ini.

Djami Rebo mengaku dirinya siap memberikan dukungan penuh kepada Nick dalam pembangunan ke depan. Bukan hanya cuma bicara saja, tetapi ia siap mengerahkan semua tenaga, pikiran, pengalaman dan jaringannya untuk membangun infrastruktur di Sabu Raijua yang masih sebagai daerah termiskin, tertinggal dan terluar (3T). (Sumber:NBC/fortuna/editor:kornelismoanita).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi