Jum. Okt 30th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Bayana Band Adakan Show Streaming, Kaban Penghubung Beri Apresiasi

2 min read

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — Bagi para pecinta musik tahun 80-an di NTT, nama Bahana Country Band pasti terdengar tak asing di telinga.

Betapa tidak, alunan musik dan nyanyian yang mereka dendangkan senantiasa menghiasi hari-hari hidup masyarakat NTT kala itu. Ada yang memutarnya dengan menggunakan kaset di radio, ada juga yang menggunakan VCD player.

Kini, pada masa Pandemi Covid-19, Bayana Country Band kembali tampil via daring untuk menghibur masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTT dengan petikan khas dan suara yang akrab.

Kepala Kantor Badan Penghubung NTT, Viktor Manek, dalam sambutan via online pada Live Streaming Show Bayana Country Band, Jumat (16/10/2020) pukul 20.00 – 22.00 WIB, mengatakan bahwa bagi orang NTT, musik adalah separuh jiwa. Musik adalah bagian dari adat dan budaya orang NTT. 


Kepala Badan Penghubung NTT Viktor Manek saat memberikan sambutan dalam live streaming Bayana Country Band Jumat (16/10/2020) malam

Dalam show streaming tersebut, Bayana Country Band membawakan dua lagu etnik yaitu O Ine dan Maumere Manise.

Viktor Manek dalam sambutannya juga menjelaskan bahwa lagu O Ine atau O Ibu merupakan lagu ciptaan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, yang dibuat pada tahun 1983.

“Lagu tersebut senantiasa menginspirasi Bapak Josef Nae Soi, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT, bahwa dimanapun kita berada, ingat pesan mama. Doa mama senantiasa menyertai perjalanan hidupnya,” tutur Manek dan menambahkan, “Semoga lagu ini pun bisa menginspirasi kaula muda NTT untuk selalu mengingat pesan mama.”

Lagu kedua adalah Maumere Manise yang bercerita tentang keindahan Maumere.

Manek juga mengapresiasi semangat Bayana Band untuk terus mengkampanyekan musik etnik dalam setiap penampilannya. 

Alumni Magister Universitas Indonesia ini juga berharap agar anak muda, khususnya muda-mudi NTT bisa tergugah untuk meneruskan itikad baik Bayana Band, yaitu “back to etnic,” dan bisa mencintai serta melestarikan musik etnik NTT.

“Walaupun globalisasi senantiasa menghampiri kita semua, namun marilah kita tetap mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya kita, termasuk musik etnik NTT,” tutur Manek. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi