Sen. Des 6th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Laiskodat Berhasil Pertahankan Disertasinya di Hadapan Doktor dan Profesor

2 min read
Saat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memaparkan Disertasinya dengan Judul Transformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur.

KUPANG, NTTBANGKIT.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat berhasil mempertahankan disertasi S3- nya di hadapan para penguji yang adalah Doktor dan Profesor dalam ujian tertutup di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Rabu (16/12/2020).

Disertasi dengan judul Transformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur yang dipertahankan pada ujian secara virtual tersebut diuji oleh Rektor Undana Prof. Dr. Fredrik L. Benu, Prof. Daniel D. Kameo, Ph.D, Prof. Dr. Intiyas Utami, Dr. Wilson M.A. Therik, Titi Susilowati Prabawa, Ph.D., dan Dr. Gatot Sasongko.

Dalam ujian tersebut, Gubernur Laiskodat menjelaskan tentang sustainable tourism di NTT dalam hubungan dengan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan adalah konsep mengunjungi suatu tempat sebagai seorang wisatawan dan berusaha membuat dampak positif terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. 


Gubernur Laiskodat saat memetakan Sustainable tourism di hadapan para penguji ahli

Pariwisata berkelanjutan meliputi transportasi utama ke lokasi umum, transportasi lokal, akomodasi, hiburan, rekreasi, makanan, dan belanja. Pariwisata dapat dikaitkan dengan perjalanan untuk liburan, bisnis, dan apa yang disebut VFR (mengunjungi teman dan kerabat). 

Untuk itu, putera asli Semau tersebut menjelaskan bahwa status pariwisata super prioritas Labuan Bajo perlu didukung oleh destinasi pariwisata lainnya di NTT, kuliner khas dan pangan lokal NTT, serta produk kerajinan tangan berbasis kearifan lokal lainnya.

Dalam grand design pariwisata berkelanjutan ini, mahasiswa program studi Ilmu Pembangunan Universitas Kristen Satya Wacana tersebut menyatakan bahwa masyarakat NTT akan diberikan ruang kreasi dengan dukungan pemerintah, sehingga perputaran roda perekonomian masyarakat bisa berjalan lebih baik.

Secara lebih mendalam, Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa untuk mewujudkan gagasan besar tersebut, maka dibutuhkan kerjasama pentahelix, yaitu antara Pemerintah, masyarakat setempat, akademisi, dan pihak swasta.

Disertasi dengan objek penelitian di desa Waturaka, Kabupaten Ende tersebut mengambil konsep CBT, yang mana konsep tersebut menempatkan masyarakat setempat sebagai subjek utama pariwisata, baik sebagai pemilik maupun pengelola.

“Kunci keberhasilan sektor pariwisata adalah ketika kita bisa memenuhi ekspektasi imajinasi para wisatawan,” tutur Laiskodat dan menambahkan, “Untuk itu kita akan membangun pariwisata berkelanjutan dengan masyarakat sebagai subjek dan sentral pembangunan.” (Emild Franz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi