Jum. Okt 22nd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Pelabuhan Biu Gerbang Timur Ekonomi Sabu Butuh Perhatian

2 min read

KOndisi Pelabuhan Biu di Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua (*)

NTTBANGKIT.COM,-Rakyat Kabupaten Sabu Raijua memiliki dua pelabuhan besar. Pelabuhan pertama terletak di Seba, Kecamatan Sabu Barat dan pelabuhan kedua terletak di Biu, Kecamatan Sabu Timur. Dua pelabuhan Seba adalah gerbang barat dan pelabuhan Biu adalah gerbang masuk manusia dan barang ke Kabupaten Sabu Raijua.

Pelabuhan Seba telah ada di Pulau itu sejak Sabu Raijua masih menjadi bagian dari Kabupaten Kupang, sedangkan Pelabuhan Biu dibangun sejak Sabu Raijua berdiri sendiri menjadi sebuah daerah otonom baru. Setelah dibangun, Pelabuhan Biu mulai didatangi atau disinggahi kapal-kapal barang, kapal-kapal nelayan dan kapal-kapal penumpang berukuran besar.

Dilihat dari konstruksinya, bangunan Pelabuhan Biu terlihat jauh lebih besar dengan dermaga yang cukup panjang untuk tempat sandar kapal.Tampak ada tiang-tiang listrik sebagai penerang di malam hari dan besi-besi sepanjang dermaga untuk mengikat tali-tali kapal.Di tampak depan, ada bangunan kantor pelabuhan dan berbagai fasilitas yang terlihat mubasir. Dapat dipastikan, biaya pembangunan pelabuhan itu tembus puluhan miliar rupiah, jika dilihat dari kemewahan konstruksi.

Letak Pelabuhan Biu memang strategis, meskipun tidak strategis di musim barat dimana terjadi angin kencang dan gelombang tinggi. Dampaknya, kapal-kapal gagal sandar atau tidak berani sandar karena bisa rusak terbentur atau menabrak dermaga akibat gelombang besar dan angin kencang.Kapal hanya berani bersandar di pelabuhan itu ketika musim barat telah redah.Akibatnya, arus trasportasi manusia dan barang terhenti.Pilihan satu-satunya hanya di Pelabuhan Seba yang terletak di bagian barat.

Saat ini, dari pantauan media ini, setelah melakukan kunjungan ke Pelabuhan Biu beberapa waktu lalu, kondisi dermaga sudah mulai rusak.Terlihat lubang-lubang besar di jembatan dermaga yang bocor dihantam gelombang. Lama kelamaan jembatan dermaga bisa jebol dan runtuh dan tak adalagi kapal yang berani bersandar.

Setiap hari, Pelabuhan Biu yang terlihat sepi, sering didatangi warga setempat untuk memancing ikan.Selain itu, adapula wisatawan lokal yang datang ke dermaga untuk menikmati birunya laut yang masih bersih sambil berfoto-foto. Roberto, salah satu warga yang datang ke pelabuhan Biu menaruh harapan agar pelabuhan itu segera diperbaiki dan dikelolah dengan baik oleh pemerintah agar benar-benar dimanfaatkan sebagai pintu gerbang eknomi Sabu.

Menurut warga Kota Kupang ini, Sabu Raijua sebagai sebuah daerah otonom baru yang mulai berkembang sangat membutuhkan berbagai fasilitas transportasi, salah satunya Pelabuhan Biu sebagai gerbang timur ekonomi Sabu.(KornelisMoaNita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi