Sab. Jan 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Vaksin Covid Tiba di Indonesia, Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi Untuk Capai Kekebalan Tubuh

3 min read

Presiden Joko Widodo (Jokowi saat memberikan Bantuan Modal Kerja (BMK) kepada pelaku usaha mikro dan kecil, Jumat (08/01/2021), di Halaman Depan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat beberapa hari lalu. (*)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM,- Pemerintah bekerja keras dan cepat dalam mencegah penularan Covid-19 yang telah menyerang warga negara Indonesia dari awal tahun 2020 hingga 2021 ini. Untuk menekan laju Pandemi Covid-19, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya mendatangkan dosis bahan baku vaksin COVID-19. Saat ini, bahan baku tersebut telah tiba di Indonesia..

Seperti dilansir, Setkab.go.id, bahan baku vaksin COVID-19 sejumlah 15 juta dosis telah tiba di Tanah Air pada Selasa (12/01/2021) siang. Pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA891 yang membawa bahan baku vaksin tersebut tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 12.05 WIB.

“Baru saja tiba (bahan baku vaksin) di Tanah Air dengan jumlah sebanyak 15 juta dosis. Tentunya kita harus bersyukur karena untuk tahap yang ketiga ini Pemerintah telah mendatangkan vaksin untuk menambah jumlah vaksin yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat,” ujar Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo yang memberikan keterangan bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di lokasi ketibaan.

Bahan baku vaksin dari perusahaan Sinovac tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut menjadi vaksin siap pakai oleh BUMN Bio Farma untuk selanjutnya digunakan sebagai salah satu vaksin COVID-19 dalam program vaksinasi massal secara gratis kepada 181,5 juta masyarakat Indonesia.

Untuk diketahui, vaksin COVID-19 produksi Sinovac telah menerima izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sebelumnya, vaksin tersebut juga telah memperoleh fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dengan demikian, sebelum diberikan kepada masyarakat, vaksin tersebut telah melalui uji klinis dan saintifik lainnya serta dipastikan keamanan dan kehalalannya.

Untuk diketahui, kedatangan 15 juta dosis bahan baku vaksin ini merupakan kedatangan yang ketiga setelah pada dua kedatangan sebelumnya sebanyak masing-masing 1,2 juta dan 1,8 juta vaksin siap pakai telah terlebih dahulu tiba di Indonesia.

Jokowi Ajak Masyarakat Ikut Vaksinasi

Sebelumnya, saat  memberikan Bantuan Modal Kerja (BMK) kepada pelaku usaha mikro dan kecil, Jumat (08/01/2021), di Halaman Depan Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat., Jokowi mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang segera dilaksanakan Pemerintah sebagai upaya untuk mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Kita  harapkan nantinya 70 persen penduduk Indonesia itu divaksin untuk mencapai yang namanya kekebalan komunal, yang namanya herd immunity,” ujarnya.

Disampaikan Presiden, vaksinasi adalah salah satu cara agar dapat keluar dari pandemi yang terjadi saat ini. Oleh karena itu Pemerintah akan segera melaksanakan program vaksinasi tersebut.

“Vaksinasinya kapan? Kalau ada yang bertanya seperti itu saya jawab, minggu depan. Harinya apa? Saya jawab menunggu yang namanya izin penggunaan darurat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan),” ujarnya.

Selain izin dari BPOM, imbuhnya, akan dikeluarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai kehalalan vaksin tersebut.

“Kita harapkan izin penggunaan darurat itu segera bisa dikeluarkan oleh BPOM sehingga nanti yang pertama kali disuntik (adalah) saya,” tegas Presiden.

Jokowi menyebutkan, untuk mencapai kekebalan komunitas, vaksinasi akan dilakukan pada 182 juta penduduk Indonesia dan masing-masing penduduk mendapatkan dua kali suntikan.

“Berarti 364 juta kita harus suntik. Kita berharap selesainya tidak lebih dari setahun,” harapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, selain vaksinasi, disiplin protokol kesehatan juga mutlak diperlukan dalam menangani pandemi.

“Ini tolong disampaikan kepada keluarga, tetangga, teman agar disiplin terhadap protokol kesehatan; pakai masker, cuci tangan sehabis kegiatan, jaga jarak. Jangan masuk ke tempat-tempat yang kerumunannya padat,” tegasnya. (Editor: Kornelismoanita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi