Sab. Okt 16th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kisah Usang Drumband SMA-SMP Kristen Kesetnana, Tak Tersentuh 2 Tahun hingga Ditabuh Memukau di HUT ke-76 RI

3 min read

TTS, NTTBANGKIT.COM – Sejumlah siswa dari SMA dan SMP Kristen Kesetnana di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak ikut memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) baru-baru ini. Dengan persiapan yang tak begitu lama, para pelajar ini tampak tampil memukau saat HUT ke-76 Kemerdekaan Indonesia di Kabupaten TTS, pada Selasa kemarin, 17 Agustus 2021.


Mereka memeriahkan perayaan HUT RI dengan memainkan parade drumband mengiringi upacara di SMA dan SMP Kristen Kesetnana. Meski dengan proses latihan yang berjalan tak lama, namun dengan tekad yang tinggi, para pelajar itu tampil memukau dan membuat para guru yang menyaksikan tampak terharu, bahkan sebagian di antara mereka meneteskan air mata, terutama para orang tua siswa tersebut.


Hal tersebut disampaikan oleh Pembina OSIS SMA Kristen Kesetnana, Olpi Kabnani. Menurut Olpi, proses Untuk dapat tampil di perayaan HUT RI itu tak mudah. Namun, semua itu dapat berjalan berkat kerja keras para pelatih, guru-guru yang mendampingi, orang tua siswa ikut mendorong, dan terutama kegigihan para pelajar itu.


“Jadi memang kita sudah dapat alat drumband ini dari Sinode GMIT pada dua tahun lalu. Tapi karena keterbatasan sumber daya manusia atau SDM, alat-alat drumband itu tak terpakai,” kata Olpi, saat dikonfirmasi, Rabu 18 Agustus 2021.


Nasib usang drumband tak tersentuh itu akhirnya berkhir ketika Olpi bertemu dengan Arnold Pah, yang merupakan penggiat seni dan multimedia di Kota Soe, TTS. Saat ia menceritakan keinginannya untuk mencari pelatih drumband bagi anak-anak didiknya, Arnold yang merupakan penabuh drum asal TTS itu langsung menawarkan diri.

Akan tetapi, ketika itu, Arnold merasa ragu karena waktu latihan untuk tampil di perayaan HUT ke-76 RI itu terlalu singkat. Keraguan Arnold itu hilang ketika ia bertemu langsung dengan para siswa yang ternyata memiliki tekad kuat untuk dapat menabuh drum saat HUT RI di sekolah mereka itu.


Melihat kegigihan para pelajar itu, akhirnya Arnold mulai melatih. Proses latihan itu ternyata yang begitu singkat itu ternyata hasilnya memukau pada saat perayaan HUT RI ke-76 di Soe.


Saat melatih cara menabuh drum, Arnold mengajak kerabatnya Ravani Ga, yang merupakan seorang mantan mayoret drumband di masa ketika ia masih sekolah dulu. Tak butuh waktu lama, Arnold dan Ravani pun mulai melatih.


“Pada saat upacara berlangsung, mereka atau anak-anak ini mulai berparade drumband mengiringi jalannya upacara bendera. Ternyata itu sangat memukau sampai membuat kami (pelatih), guru-guru, dan juga orang tua siswa terkagum-kagum,” ujar Arnold.


Menurut Arnold, poses latihan drumband bagi para pelajar di SMA dan SMP Kristen Kesetnana baru dimulai pada pertengahan bulan Juli lalu. Tentu saja, itu adalah waktu yang sangat singkat untuk dapat tampil di perayaan HUT ke-76 Indonesia, yang jatuh pada 17 Agustus 2021 kemarin. Terlebih, bermain drumband merupakan hal baru bagi para pelajar di sana.


Ternyata para pelajar itu bertekad tinggi, memiliki semangat dan akhirnya dapat tampil di hadapan ratusan massa yang hadir saat itu. Mereka tampil hebat, melampaui ekspektasi, dan begitu memukau.


“Hasilnya luar biasa, ternyata waktu yang sedikit belum tentu berbuah buruk. Semua tergantung tekad dan kerja keras kita. Anak-anak ini buktinya,” jelas dia.


Bermain drumband tentu bukan hal baru bagi pelajar, namun bagi mereka di SMA dan SMP Kristen Kesetnana, drumband adalah sesuatu yang baru. Sehingga, mereka berkeinginan untuk mencoba hal baru tersebut dan pada akhirnya berhasil dengan sukses.


Keberhasilan mereka mengiringi upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia itu mendapat pujian dari Kepala Sekolah SMA Kristen Kesetnana, Eodia Oematan. Ia pun mendukung penuh keinginan anak-anak didiknya untuk berkembang dan mampu bersaing di era saat ini.


“Sekolah kita ini di kampung, jauh dari perkembangan kota, dan anak-anak ini berkeinginan untuk maju. Kita harus saling mendukung,” ungka Eodia.


Tentu saja, kampung tak seharusnya memiliki keterbatasan. Sebab, kampung adalah sayap dan ketika bangsa ini ingin terbang, maka sayaplah yang mampu mengangkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi