Sab. Sep 25th, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

3 Orang Calon Imam Keuskupan Atambua Ditahbiskan Menjadi Diakon

2 min read

Pentahbisan tiga orang Frater menjadi Diakon oleh Uskup Atambua Mgr. Domi Saku di Aula Santo Dominikus, Emaus Pastoral Center Atambua.

ATAMBUA, NTTBANGKIT.COM – Telah berlangsung acara pentahbisan tiga orang Frater menjadi Diakon oleh Uskup Atambua Mgr. Domi Saku pada Selasa (24/8/21) pagi di Aula Santo Dominikus, Emaus Pastoral Center Atambua.

Misa Tahbisan Diakon dan Perayaan Ekaristi berlangsung khidmat terlebih dalam acara tersebut dilaksanakan sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah atau oleh tim gugus tugas Kabupaten Belu.

Berikut ketiga Frater yang ditahbiskan menjadi Diakon diantaranya : Diakon Antonius Kolo, Diakon Kristoforus Adeodatus Muti, dan Diakon Norbertus Tri Avelnus Nahak.

Uskup Atambua Mgr. Domi Saku dalam kotbahnya mengatakan dengan menyatakan diri siap ditahbiskan menjadi diakon berarti bersedia dipanggil dan diutus untuk menjadi pelayan yang sejati.

Tahbisan diakon masuk dalam tahbisan tinggi yang di dalamnya ada dua lagi yaitu tahbisan imam dan tahbisan uskup. Lebih lanjut Uskup Domi berpesan bahwa dikuatkan oleh Roh Kudus maka para diakon akan memberi bantuan kepada Uskup dan para imam dalam pelayanan Sabda, pelayanan altar dan pelayanan kasih sambil menunjukkan diri sebagai pelayan semua orang. “Mereka ditahbiskan menjadi diakon untuk mengambil bagian dalam tugas pelayanan resmi Gereja. sesuai dengan pesan Injil hari ini maka para Diakon harus menjadi pengikut Kristus yang sejati, tidak boleh ada kepalsuan”.tegas Uskup Atambua.

Uskup Domipun menjelaskankan bahwa rumus-rumus kesejatian itu adalah mengikuti Tuhan, datang menghadap dan bercakap-cakap dengan Tuhan dan membuka hati untuk perkara-perkara atau rahasia-rahasia yang lebih besar. Diakon di dalam Gereja bertugas secara khusus melayani umat yang berkebutuhan khusus, antara lain para janda, orang-orang sakit, orang-orang miskin, dan orang-orang pinggiran. Di dalam Liturgi Diakon harus berdiri di samping imam atau Uskup. waktu Doa Syukur Agung Diakon jangan berdiri terlalu dekat dengan Piala atau sibori karena itu adalah tugas imam. Mereka harus mundur untuk memberi kesempatan terjadinya transformasi dari roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Waktu berdiri di atas altar, para diakon bukan sekedar berdiri tetapi berada di sana untuk mengalami, merasakan, dan melihat perkara-perkara besar dari Tuhan. Kata Uskup Domi.

Dalam pesannya kepada para diakon sebelum berkat penutup Mgr. Dominikus Saku mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan perayaan Ekaristi tahbisan diakon hari ini. “Di Aula Dominikus untuk tahun ini telah dilangsungkan tiga peristiwa penting yaitu satu tahbisan Imam, dan dua kali tahbisan diakon.Selamat berbahagia kepada para Diakon yang hari ini telah ditahbiskan. Semangat terus dalam tugas pelayanan kepada Gereja sehingga pada akhirnya benar-benar menjadi pelayan sejati. Tutup Uskup.

Tiga orang Diakon ini akan bertugas di tempat praktek mereka di wilayah Keuskupan Atambua. Dua orang diakon yaitu Diakon Antonius Kolo dan Diakon Kristoforus A. Muti akan melaksanakan tugas diakonatnya di SMK Bitauni, . Sedangkan Diakon Norbertus T. A. Nahak melaksanakan tugas diakonatnya di paroki Webora.

Sehari sebelumnya, ketiga diakon ini telah diambil sumpah selibatnya oleh Pater Vikjen Keuskupan Atambua, P. Vincentius Wun, SVD.
Dengan tahbisan diakon hari ini maka sudah ada tujuh diakon Keuskupan Atambua tahun ini. Empat diakon yang sebelumnya telah ditahbiskan Uskup Domi yaitu Diakon Kornelius F. Etan, Diakon Laurensius Tnopo, Diakon Yanuarius Uskenat, dan Diakon Yohanes Fransiskus Mali. Sementara itu seorang frater yang masih berproses untuk tahbisan diakonnya yaitu Fr. Kristian kali,

(^)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi