Sab. Nov 28th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Penari NTT Tampil dalam Ajang Bergengsi Tingkat Nasional

3 min read

Wajah-wajah Penari NTT

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM – Membawa nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), kelompok penari asal NTT menggetarkan panggung Garuda Taman Mini Indonesia Indah Jakarta Timur dalam acara Kompetisi Tari Bergengsi Tingkat Nasional, Sabtu (10/08/2019). Dalam pentas tari bergensi yang bertajuk Parade Tari Nusantara tersebut, tim penari NTT mengambil tema fatu kopa. Secara harafiah, fatu kopa adalah salah satu legenda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang berarti kapal karam.

Bukit fatu kopa berada tepat di bawah kaki gunung Mutis. Setelah masik Evangelisasi, fatu kopa diyakini oleh masyarakat setempat sebagai kapal Nabi Nuh yang karam. Kisah legenda fatu kopa sebenarnya mau mengingatkan manusia untuk jangan terlena dengan dosa dan kesalahan, karena kiamat akan datang bila manusia terus bertekun dalam dosa dan kelalaian.

Konseptor tarian, Jemmy Neolaka mengatakan bahwa Parade Tari Nusantara yang biasa digelar setiap tahun ini selalu menyuguhkan tema yang berbeda-beda. Tahun ini, tema yang digarap adalah legenda di setiap daerah Nusantara.

“Karena bertemakan legenda, saya pun mengambil inspirasi dari cerita fatu kopa atau legenda tetang kapal karam di TTS. Karena legenda tersebut memiliki hubungan dan kemiripan cerita dengan kisah Nabi Nuh dalam Alkitab, maka saya pun membuat semacam mixing antara sentuhan budaya TTS dan Alkitab ditambah dengan sentuhan modern sehingga menjadi sebuah karya seni baru,” kata Jemmy.

Jemmy juga mengatakan bahwa melalui konsep baru tersebut, ia ingin agar tarian yang dibawakan bisa membawa para penonton seperti sedang menyaksikan adegan film di bioskop atau teater.

“Saya memaknai tarian sebagai seni bercerita menggunakan bahasa tubuh. Makanya tarian dengan tema fatu kopa ini sengaja saya buat seperti pentas teater dengan jalan cerita tersediri mulai dari pembuka, konflik, klimaks, dan penutup. Kita ini ingin menyampaikan pesan kepada para penonton tentang nilai di balik legenda fatu kopa,” tambah Jemmy.

Berikut nama-nama para penari yang tampil dalam ajang bergensi Festival Tari Nasional: Ryan Purut, Trisno Djaha, Deny Saefatu, Joshua Daud, Adhis Luluporo, George Jola, Echa Tukan, Natal Sape, Keziallum Ratu, Lala Puteri, Thya Seme.

Kontingen Penari NTT yang membawakan tarian dengan cerita Fatu Kopa (Dok. Probadi)

Sementara itu, konseptor musikalisasi, Presley Talaut megatakan bahwa jenis musik yang dipakai untuk mengiring para penari adalah jenis musik neo tradisional kontemporer yaitu perpaduan antara musik etnik dan musik kontemporer.

“Untuk meningkatkan nilai komersil, saya membuat musik iringan dengan menggabungkan jenis musik entik NTT, menggunakan alat musik tradisional seperti okulele dengan genre musik barat kontemporer. Kita juga menggandeng dua orang penyayi teatrikal dari De Countermelody untuk menambah kesan ketegangan dan keseraman melalui nada-nada diminis agar suasana cerita bisa tersampaikan kepada penonton,” tutur Presley.

Berikut nama-nama para pemusik yang meengiringi para penari NTT: Elldy Natonis, Rigen Genakalong, Mophy Wilhelmus, Randy Mekeng, Lidia Mapada, Lilo Dorlince Ladang Demang, Alfred, Andre Pada.

Para pemusik NTT yang mengiringi tarian Fatu Kopa (Dok. Pribadi)

Sedangkan pemimpin kontingen penari NTT, Eldi Ange mengatakan bahwa para penari NTT tersebut tampil mewakili Pemprov NTT.

“Para penari ini adalah putra/putri terbaik yang lolos seleksi di tingkat provinsi. Tampilnya mereka di ajang bergensi ini merupakan prakarsa dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT,” kata Eldi yang adalah salah representasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

Lebih lanjut, Kepala  Badan Penghubung NTT, Victor Manek mengatakan bahwa penampilan dari para penari NTT di ajang bergensi tingkat nasional ini menunjukkan bahwa NTT memiliki anak muda yang kaya akan seni. Manek juga mengatakan bahwa Pemprov NTT senantiasa mendukung putra/putri NTT yang berbakat, termasuk dalam dunia seni tari, seni musik, dan aliran seni lainnya.

“Kita bangga dengan adik-adik yang hari ini tampil mewakili Pemprov NTT dalam ajang bergengsi tingkat nasional. Semoga kedepannya, dunia seni di NTT bisa semakin baik dan memiliki daya komersial sehingga bisa menjadi salah satu motor penggerak ekonomi NTT, selain pariwisata,” tutur Manek. (Emild Kadju/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi