Rab. Agu 12th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kabar Gembira: Delapan Ikon Wisata NTT Masuk Nominasi API 2020

2 min read
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT, Dr. Wayan Darmawan (Image: Info Kini)

NTTBANGKIT.COM, KUPANG — Kabar gembira menyapa Provinsi Nusa Tenggara Timur ketika delapan ikon pariwisata pada provinsi berbasis kepulauan tersebut masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 yang mana akan diikutsertakan dalam pemungutan suara (voting) pada 1 Agustus 2020 hingga 31 Desember 2020.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) NTT, Dr. Wayan Darmawan sembari  mengajak masyarakat untuk mendukung delapan ikon wisata tersebut.

Kedelapan ikon wisata yang dimaksud adalah daging Se’i Kupang sebagai makanan tradisional terpopuler dengan kode vote API 1G, dataran tinggi Fulan Fehan di Kabupaten Belu dengan kode API 10C, sentral tenun ikat Ina Ndao Kota Kupang dengan kode API 5H, situs sejarah Liang Bua Ruteng di Kabupaten Manggarai dengan kode API 12F, wisata air island hopping di Pulau Meko di Kabupaten Flores Timur dengan kode API 8E, kampung adat Namata di Kabupaten Sabu Raijua dengan kode API 13C, destinasi baru di Pulau Semau Kabupaten Kupang dengan kode API 17I, dan Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao dengan API 18D. 

Ia juga meminta agar masyarakat NTT bisa ikut melakukan voting untuk mendukung kedelapan ikon wisata tersebut.

“Ikon-ikon wisata kita ini sudah terpilih masuk nominasi sehingga kami mengajak peran serta dan dukungan semua masyarakat untuk ikut voting dengan cara mengirim mengetik kode ikon wisata tersebut dikirim melalui SMS ke nomor 99386,” tutur Wayan sebagaimana dilansir dari Antara News dan menambahkan, “Kita berharap banyak ikon kita yang meraih juara dalam API 2020 ini sehingga daerah kita semakin menarik untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai wilayah atau negara lain.”

Wayan juga mengatakan bahwa hal ini penting sebagai motivasi sekaligus penambah semangat baik bagi Pemprov sendiri, masyarakat, dan pelaku ekonomi untuk kembali menata dan melestarikan warisan destinasi wisata dan budaya guna  percepatan pembangunan daerah. (Emild Kadju)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi