Ming. Nov 29th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Kelimutu Expo, Wagub Nae Soi Dorong Pemdes Tampilkan Atraksi Bernilai Pariwisata

3 min read

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM saat memberikan sambutan dalam acara Kelimutu Expo, Senin (10/8/2020) di Ende (Foto Humas Setprov NTT)

Para pemuda sedang melakonkan atraksi seni budaya dalam Kelimutu Expo 2020 di Ende

NTTBANGKIT.COM,-Pemerintah Kabupaten Ende menggelar Kelimutu Expo 2020. Dalam Kelimutu Expo yang merupakan rangkaian dari Festival Kelimutu 2020 tersebut dihadiri dan dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Drs. Josep A. Nae Soi, MM. Wagub Nae Soi yang tampil dengan balutan ikat kepala dan selempang motif Ende terlihat sangat gembira dan memberikan apresiasi yang tingi kepada Pemda Kabupaten Ende dan seluruh peserta yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.

Dalam Kelimutu Ekspo yang menampilan ragam atraksi seni budaya dari masyarakat Kabupaten Ende tersebut, Wagub Nae Soi yang mengaku kagum, meminta agar seluruh pemerintah desa di Ende harus mengemas dan mulai menampilkan atraksi-atraksi budaya yang bernilai pariwisata. Pasalnya, menurut Nae Soi, masyarakat desa dari dulu kala hampir semua memiliki atraksi-atraksi budaya yang unik dan langka. Semua atraksi budaya itu belum semuanya dikemas dan ditampilkan apik yang bernilai pariwisata dan menarik wisatawan. Untuk itu, dia berharap pemerintah desa harus mulai mendorong masyarakat yang tergabung dalam berbagai sanggar seni mulai mempersiapkan diri untuk mengepas atraksi budaya langka dan uni tersebut agar menjadi mesin pencetak rupiah.

“Kabupaten Ende ini adalah kabupaten pariwisata dari dulu. Selain memiliki wisata alam Danau Kelimutu yang terkenal di dunia, Ende juga memiliki wisata sejarah Taman Bung Karno, tarian Gawi yang populer, serta beragam upcara adat, serta ragam tarian dan atraksi budaya yang sangat unik. Potensi-potensi ini adalah aset pariwisata yang harus terus ditubuhkembangkan dari waktu-ke waktu. Yang menampikan keaslian atraksi budaya tersebut adalah mayoritas masyarakat desa. Oleh karena itu, saya minta pemerintah desa harus mampu menampilkan atraksi budaya menjadi nilai pariwisata.,” kata Wagub Nae Soi penuh semangat kepada wartawan usai membuka Kelimutu Ekxp 2020 di Ende, Senin (10/8/2020).

Dikatakan Wagub Nae Soi yang juga mantan Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar tersebut, atraksi budaya di NTT ini sangat indah dan menarik. Potensi ini bukan hanya tarian dan nyanyian daerah saja. Ada juga Komodo yang satu-satunya hanya ada di NTT. Festival Dugong juga baru-baru ini digelar di Alor dan itu sangat menarik. Orang luar menilai Indonesia memang indah, tetapi NTT lebih punya daya tarik tersendiri karena memili aneka ragam potensi budaya yang dimiliki setiap daerah.

“Kita mau desa harus mampu menampilkan atraksi budaya menjadi nilai pariwisata. Saya minta kepada masyarakat untuk memiliki kepedulian pada pariwisata ini. Harus kita jaga dan saya mau agar setiap tahun dibuatkan pertunjukan seni semacam ini,” kata Wagub Nai Soi pada acara Kelimutu Expo, Bego Gai Night dan Reggae Music di Kompleks Pasar Moni Desa Koanara Kabupaten Ende.

Dalam acara Kelimutu Expo yang didominasi anak-anak muda tersetbu, Wagub Nae Soi memberikan apresiasi yang tinggi kepada para pemuda Desa Koanara Kawasan Moni Kabupaten Ende yang menampilkan atraksi budaya dan tarian yang menarik perhatian. Dia menjelaskan bawa pariwisata sebagai prime mover ekonomi tentunya merupakan langkah yang tepat mengingat NTT memiliki potensi pariwisata yang sangat baik di berbagai daerah yang mampu memiliki nilai jual tinggi.

Nae Soi menekankan bahwa NTT memiliki berbagai trasisi adat yang harus terus dipertahankan. Salah satunya adalah tradisi adat pengukuhan Moza Laki (tua adat) di Ende. Tradisi budaya ini adalah salah satu bagian warisan nenek moyang yang menandakan sebagai eksistensi yang utuh dalam masyarakat.

“Saya bangga di sini kita berkumpul untuk menjalankan tradisi pengukuhan Moza Laki. Ini adalah bagian dari adat dan budaya kita. Ini juga sebagai warisan dari para leluhur kita yang akan dipandang sebagai bentuk eksistensi dari masyarakt yang berbudaya,” kata Nae Soi ketika menyaksikan pengukuhan Fransiskus Fery Taso sebagai Moza Laki dalam rangkaian acara kunjungannya ke Ende.

Sementara itu Bupati Ende, H. Djafar H. Ahmad yang mendampingi Wagub Nae Soi dalam acara Kelimutu Expo, dalam kesempatn itu mengatakan bahwa kegiatan pertunjukan seni budaya tersebut sebagai kerja sama Pemerintah Kabupaten Ende dan masyarakat Koanara. Dimana, pemerintah menggandeng anak muda untuk merayakan Kelimutu Expo yang menjadi bagian dari Festival Kelimutu.

Untuk diketahui, selain beragam atraksi budaya dan pertunjukan music, dalam Kelimutu Expo tersebut juga dipamerkan produk makanan lokal dari UMKM masyarakat setempat dan tenun ikat motif Ende hasil karya para penenun. (SP/Hum-NTT/ Kornelismoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi