Jum. Des 4th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Makanan dan Minuman Tradisional dari Flores Yang Mendunia, Apa Saja?

4 min read

Kompiang dan Kopi Manggarai. Dua jenis pangan tradisional Flores, NTT. (**)

NTTBANGKIT.COM,–Masyarakat Pulau Flores, Lembata dan Alor memiliki makanan dan minuman yang menjadi ciri khas atau identitas daerah. Berbagai makanan dan minuman itu menjadi oleh-oleh paling laris yang diberikan kepada tamu, atau juga dapat dibeli langsung oleh para pengunjung untuk dibawa pulang. Saat ini, warga di setiap kabupaten tersebut memproduksinya turun-temurun. Selain sebagai pangan lokal juga untuk dijual demi meningkatkan ekonomi keluarga. Ada yang dijual di pasar, di toko, terminal, bandara, pelabuhan dan di tempat-tempat umum lainnya. Apa saja makanan dan minuman ciri khas Flores, Lembata dan Alor (Florata) tersebut?

1.Kopi, Rebok dan Kompiang

Rebok Manggarai ( Okezone.com)

Kopi, Rebo dan Kompiang adalah tiga jenis makanan dan minuman ciri khas yang sangat  terkenal dari masyarakat Manggarai (Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat).Jika ke Manggarai tiga makanan dan minuman kopi, sangat mudah ditemui karena diproduksi oleh masyarakat Manggarai. Kopi dapat diperoleh dengan kemasan Kopi bubuk dan biji kopi asli Manggarai. Sementara Rebo yang adalah hasil olahan dari jagung giling atau tumbuk dan kompiang olahan dari terigu mudah anda dapatkan sebagai oleh-oleh buat sahabat dan keluarga anda. Kopi selain ada paling banyak di Manggarai juga ada di Bajawa.

2. Ubi Nuabosi

Ubi Nuabosi adalah jenis ubi kayu yang cocok dengan tanah di Kabupaen Ende. Oleh para petani, Ubi Nuabosi kemudian ditanam masif dan dijual dengan harga yang lumayan mahal karena isinya yang lembut dan kenyal. Meskipun tergolong mahal, Ubi ini sangat laris di pasaran, baik di Ende maupun diperdagangkan hingga Kota Kupang dan daerah lainnya. Oleh para pedagang, ubi ini ada yang direbus, ada yang digoreng, ada pula yang dibuat kripik dan dijual bebas di Kota Ende. Anda bebas memilih dan membelinya sebagai bekal dan oleh-oleh untuk keluarga.

3. Moke, Ikan Bakar dan Ikan Kering  

Ikan Bakar Maumere (Foto: Tumbir)
Moke Maumere (**)

Bila ke Pulau Flores, khususnya di Maumere, Kabupaten Sikka, Anda akan menemukan begitu banyak penjual arak (Moke) dan penjual ikan (baik ikan bakar dan ikan kering). Kedua jenis pangan ini sangat terkenal di Sikka yang paling banyak diburu para tamu dan pendatang. Moke yang adalah hasil sulingan enau dan lontar tersebut dijual per botol dengan harga berdasarkan kelas. Yang pasti kelas satu (bakar menyala) kadar alkoholnya sangat tinggi.  Sementara ikan kering dan ikan bakar dijual para penjual ikan di pasar-pasar. Ikan kering sangat mudah untuk dibawa. Jika ingin membawa ikan bakar,  Anda harus meminta para penjual membakarnya untuk Anda. Selain di Maumere, Moke dan ikan juga dapat anda peroleh di Kota Ende dan Aimere, Nagekeo.

4. Jagung Titi, Kue Rambutan dan Kacang Mente

Jagung Titi Flores Timur (*)

Jagung titi sangat terkenal menjadi pangan rakyat Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Di Kota Larantuka dan Kota Lewoleba, jagung titi hasil olahan para ibu rumah tangga ini ramai dijual di pasar-pasar. Makanan tradisional dari jagung asli ini setelah digoreng tanpa minyak, dipipih kemudian dijual di pasar. Ada jagung titi tanpa kacang, dan ada jagung titi dengan campuran kacang tanah yang sangat enak jika dimakan dengan ikan kering. Anda dapat membeli sesuka hati karena harganya tidak terlalu mahal per kg. Pangan ini mudah dibawa dan disimpan lama karena bebas penyakit dan dapat mencegah penyakit gula. Sementara itu, kue rambutan hasil olahan dari tepung beras juga dijual para ibu, yang sangat enak untuk bekal atau oleh-oleh bagi keluarga Anda.

Selain jagung titi dan Kue Rambutan, di Flores Timur kini juga ada oleh-oleh baru yaitu, kacang mete yang ada dalam bentuk kemasan. Pasalnya, Kabupaten Flores Timur sangat terkenal dengan daerah penghasil komoditi mente bertahun-tahun. Oleh-oleh kacang mente yang enak dan gurih ini dapat Anda beli di Kota Larantuka.

5. Sopi pura, kenari, Kue Rambutan

Kenari Alor (foto: detik.com)
Kue Rambutan Alor (*)

Minuman dan dua jenis pangan tradisional ini ada di Pulau Alor. Di Kota Kalabahi Anda dapat menemukan para pedagang menjualnya di pasar-pasar dan juga bisa ditemukan di kampung-kampung. Sopi Pura (arak panas) diproduksi oleh para petani dari kampung Pura, sedangkan kenari dan kue rambutan diproduksi oleh kaum ibu rumah tangga. Kenari yang terasa gurih seperti kacang itu dapat dimakan dengan jagung titi. Para ibu juga memproduksi kue rambutan sebagai pangan yang laris manis sebagai oleh-oleh pendatang. Tiga jenis pangan tradisional ini sangat mudah dibeli dan dibawa untuk keluarga Anda sebagai bukti Anda telah mengunjungi Pulau Alor yang kaya akan pariwisatanya.

6. Daging Ikan Paus dan Minyak Ikan Paus

Daging Ikan Paus (Travel Today)

Masyarakat Lamalera, Kabupaten Lembata memiliki jenis pangan paling ekstrim dan buas. Pangan ini adalah daging ikan Paus yang telah dikeringkan oleh para nelayan. Bentuknya, ada potongan persegi empat, ada lempengan-lempengan, dan lain-lain. Ada pula minyak ikan paus dalam botol-botol yang dijual para pedagang. Pangan ini bisa Anda dapatkan di Lamalera atau di pasar-pasar Lewoleba. Namun, tidak setiap saat kedua jenis pangan ini ada. Pasalnya, karena berkhasiat tinggi, kedua jenis pangan ini sangat laris diburu pembeli. Dari manakan sumber daging ikan Paus? Sumbernya dari para nelayan di kampung Lamalera yang menjadi tempat tradisi penangkapan ikan Paus. Ketika musim ikan Paus melawati perairan mereka, maka saat itulah para nelayan memburuhnya. Ikan tersebut setelah ditangkap lalu dibelah dan dipotong-potong dan dibagi-bagi kepada warga setempat.   

Demikian sejumlah pangan (makanan dan minuman tradisional) yang dapat Anda temukan dan nikmati bila jalan-jalan mengelilingi Pulau Flores, Lembata dan Alor. Selain jenis-jenis pangan yang sudah populer tersebut, di berbagai kampung di Flores, Lembata dan Alor, juga masih banyak pangan tradisional yang bisa Anda temukan dan bawa pulang sebagai oleh-oleh. Semua jenis pangan tersebut sangat higienis, unik dan langka yang tidak bisa Anda temukan di daerah lain. Jika penasaran, tunggu apalagi! Ayo jelajahi kampung-kampung tradisional di Pulau Flores, Lembata dan Alor dan rasakan sendiri pangan-pangan olahan para petani di desa-desa tersebut. Selamat menikmati! (Korneliusmoanita/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi