Jum. Jun 5th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Laiskodat Ingin Festival Wisata dan Budaya di NTT Berdampak Ekonomi bagi Masyarakat

2 min read
ntt bangkit - gubernur NTT

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (image: Ist.)

KUPANG, NTTBANGKIT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat meminta secara tegas kepada pihak kejaksaan setempat untuk memeriksa penyelenggara festival wisata dan budaya yang tidak membawa dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat NTT. 

Hal ini disampaikan Laiskodat dalam rapat kerja dengan para bupati, camat dan kepala desa se – NTT yang digelar di Gelanggang Olahraga Oepoi, Kota Kupang, Kamis (24/10/2019) kemarin. 

“Kalau masyarakat ekonominya tidak meningkat saat adanya festival di NTT, maka saya minta Jaksa untuk tangkap mereka yang gelar festival,” tutur Laiskodat.  

Menurut laiskodat, apabila setelah dilakukan kegiatan festival budaya dan pariwisata masih tidak ada peningkatan ekonomi masyarakat, maka hal ini tentu harus diproses hukum karena  merugikan keuangan negara.

Laiskodat menekankan bahwa bila festival baru digelar perdana hingga dua kali dan belum ada dampak ekonomi, maka hal itu bisa ditolerir. Namun, kalau sudah lebih dari tiga kali dan belum juga ada dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat, maka hal tersebut sudah masuk kategori kejahatan. 

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ketika memberikan sambutan dalam rapat kerja bersama para bupati, camat dan kepala desa se - NTT yang digelar di Gelanggang Olahraga Oepoi, Kota Kupang, Kamis (24/10/2019)
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ketika memberikan sambutan dalam rapat kerja bersama para bupati, camat dan kepala desa se – NTT yang digelar di Gelanggang Olahraga Oepoi, Kota Kupang, Kamis (24/10/2019) (Image: kompas.com)

Untuk itu, pihaknya akan bekerja sama dengan seluruh kabupaten dan kota serta provinsi yang gelar kegiatan festival apa saja di NTT, untuk menyepakati soal itu. Tentunya Laiskodat ingin agar semua masyarakat bisa merasakan dampak dan manfaat langsung dari setiap event festival. 

Dalam pertemuan tersebut pun, Laiskodat meminta para bupati dan wali kota agar membangun tempat penginapan atau restoran di lokasi festival guna menampung wisatawan baik nasional maupun internasional. 

“Intinya masyarakat bisa untung dalam festival. Ini yang mau kita bangun di NTT,” tambah Laiskodat. 

Dalam hubungan dengan dampak ekonomi, pembangunan, dan kemaslahatan masyarakat NTT, Laiskodat juga pada momen yang sama mengatakan bahwa provinsi NTT akan mendapat jatah 5 persen dari keuntungan pengelolaan blok minyak dan gas (migas) Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku pada 2025 mendatang. Bila dihitung, nominal yang bisa diterima oleh NTT adalah kurang lebih 30 triliun rupiah.

Laiskodat mengatakan bahwa nilai yang cukup fantastis tersebut akan dimanfaatkan untuk menuntaskan berbagai kebutuhan infrastruktur di provinsi berbasiskan kepulauan itu seperti meningkatkan akses listrik dan air kepada masyarakat NTT serta membuat lokakarya dan pemberdayaan masyarakat. (*)

Penulis: Emild kadju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi