Jum. Jun 5th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Gubernur Viktor Berniat Membeli PLN NTT Atas Nama Pemprov

2 min read

“Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengakui bahwa tingkat elektrifikasi NTT masih sangat rendah yaitu 74 persen. Maka dari pada itu, Gubernur NTT, atas nama Pemerintah Provinsi NTT berniat menemui Presiden Jokowi dalam waktu dekat guna menyampaikan niat untuk membeli saham PLN NTT. Dengan sistem kolaborasi, tentunya peran Pemprov dalam meningkatkan elektrifikasi di NTT semakin kuat. Singkatnya, Laiskodat ingin seluruh masyarakat NTT dari kota hingga pelosok bisa merasakan terangnya cahaya lampu di malam hari.”

KUPANG, NTTBANGKIT.com – Tingkat elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih sangat rendah membuat Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat berencana dalam waktu dekat ingin bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diketahui elektrifikasi di NTT saat ini baru 74 persen dan merupakan yang paling rendah di Indonesia.

Gubernur Laiskodat mengatakan bahwa bila bertemu Presiden nantinya,  ia akan mengutarakan niatnya untuk membeli saham PLN NTT guna memaksimalkan manajemen dan kinerja PLN NTT.

“Nanti saya dengan semua bupati dan wali kota di NTT, kita mau ketemu Presiden Jokowi untuk sampaikan niat kita beli PLN NTT,” tutur Laiskodat dalam rapat kerja bersama para bupati, camat dan kepala desa se-NTT yang digelar di Gelanggang Olahraga Oepoi, Kota Kupang, Kamis (24/10/2019).

Dana untuk membeli saham PLN, lanjut Viktor, diperoleh dari Blok Masela sebesar Rp 35 triliun.

“Kalau kita dapat Rp 35 triliun dari Masela, ini uang datang banyak. Untuk jalan beres, air beres bahkan kita mau tanya presiden, bolehkah kami beli PLN NTT. Kita mau beli PLN NTT dan mau deal sendiri dengan pihak luar,” tutur Laiskodat.

Laiskodat juga mengatakan bahwa pihaknya ingin mengelola sendiri PLN di NTT. Dengan pengelolaan kolaboratif, tentunya Pemprov NTT bisa memperluas jaringan listrik di NTT.

Ia juga berencana meminta pihak PLN untuk menghitung semua instalasi jaringan PLN, agar diganti oleh Pemprov NTT.

Selain dana dari Blok Masela, Provinsi NTT juga akan mendapat dana tambahan dari pengelolaan garam industri dan pembagian hasil dari Taman Nasional Komodo.

“Khusus untuk Pulau Komodo, akan memberikan tambahan untuk PAD sebesar Rp 100 miliar. Untuk itu Bapak Presiden Jokowi, dari pada kami setengah mati dengan listrik, maka kami mau beli PLN NTT,”kata Laiskodat. 

“Minimal tabungannya kita Rp 35 triliun. Kita duduk untuk hitung saham dari PLN NTT untuk pusat berapa. Misalnya Rp 20 triliun, maka kita kasih ke pusat dan akan kita kelola PLN di NTT atau kita akuisisi saham PLN,” tambah Laiskodat.

Melalui niatan ini,  Laiskodat ingin agar seluruh masyarakat di pelosok bisa menikmati terangnya cahaya lampu di malam hari. Ia ingin agar NTT menjadi provinsi yang merata dalam hal elektrifikasi. (*)

Penulis: Emild Kadju

3 thoughts on “Gubernur Viktor Berniat Membeli PLN NTT Atas Nama Pemprov

  1. Saya sangat setuju bahwa setiap kabupaten menghasilkan produk lokal .
    Perlu ada Perda masing-masing Kabupaten yang melarang bahan mentah keluar dari NTT. Minimal bahan setengah jadi sehingga memiliki nilai tambah yang menambah pendapatan masyarakat. Contoh BijiJambu Mente, di Flores beli bahan mentah kisaran 1kg Rp8.000 s.d. 10.000. Kami beli di Kalimantan dalam kemasan plastik masih mentah 1kg Rp80.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi