Jum. Okt 22nd, 2021

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Festival Panggil Ikan Dugong di Alor Ajang Promosi Budaya dan Pariwisata NTT

3 min read

Ikan Dugong (duyung). (Foto: Youtube)

JAKARTA, NTTBANGKIT.COM (NBC),–Sejalan dengan grand design Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang Masyarakat Ekonomi NTT (MEN), Jumad (19/07/19) Kabupaten Alor menyelenggarakan kegiatan unik berbasis kearifan lokal yang bertajuk Festival Panggil Ikan. Festival yang akan berlangsung hingga tanggal 25 Juli 2019 tersebut merupakan salah satu ajang promosi budaya dan potensi pariwisata bahari yang ada di Kabupaten Alor.

Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat, mengatakan, Festival Panggil Ikan di Pulau Alor merupakan ajang promosi keindahan bawah Laut yang dimiliki pulau tersebut. Menurut Viktor Laiskodat, festival ini menjadi momentum tepat memperkenalkan kekayaan bawah laut Kabupaten Alor kepada dunia.

“Kita lihat bahwa potensi alam kita begitu luar biasa. Festival Panggil Ikan di Alor merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan bawah laut kita kepada dunia. Bila hal tersebut dijalankan secara konsisten dan sustainable, maka sektor pariwisata Kabupaten Alor dan kabupaten-kabupaten lainnya bisa menjadi tonggak ekonomi rakyat menuju Masyarakat NTT yang mandiri secara ekonomi” kata Gubernur Victor kepada NBC, Kamis (18/07/19) di Jakarta.

Gubernur Victor juga berharap agar Badan Penghubung Pemprov NTT bisa membuat terobosan baru untuk mempromosikan sektor pariwisata dan budaya NTT di tingkat pusat, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan sirkulasi informasi tentang kegiatan festival budaya NTT, terutama Festival Panggil Ikan di Alor.

Budaya unik ritual memanggil Ikan Dugong

Senada dengan Gubernur NTT, Kepala Badan Penghubung NTT, Vicktor Manek, S.Sos, M.Si menyatakan bahwa para nelayan di Alor memiliki budaya yang unik, yaitu ritual memanggil ikan Dugong. Festifal tersebut unik karena akan dilakukan di perairan bebas dan dipandu oleh pawang ikan dugon (duyung). Ikan Dugon, kata dia, adalah sejenis ikan laut family lembu laut yang mampu bertahan hidup selama 22 sampai 25 tahun.

“Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Penghubung NTT di Jakarta, beberapa waktu lalu menggelar Forum Investasi Masyarakat Ekonomi NTT di Jakarta dan dan Yogyakarta. Dengan gerakan besar masyarakat ekonomi ini, Pemerintah NTT bermaksud mengajak seluruh rakyat NTT terlibat aktif dalam pembangunan dan pemerintah juga mengajak para investor untuk datang ke NTT. Festival panggil ikan Dugong ini merupakan salah satu langkah awal untuk menunjukkan potensi pariwisata kita kepada dunia,” Viktor Manek.

Manek berharap bahwa acara Festival Panggil Ikan di Alor bisa menjadi awal yang baik bagi Propinsi NTT untuk mengembangkan sektor budaya dan pariwisatanya menjadi produk yang berdampak ekonomi. Budaya tersebut, menurut Manek, bisa berdampak ekonomi bila dipelihara, dikelola secara profesional, dipromosikan, dan amplifikasi secara baik oleh semua pihak baik oleh pemerintah, maupun threeshold parties.

Untuk diketahui, Kabupaten yang dijuluki Tanah Kenari tersebut, memiliki 18 spot diving dengan pemandangan bawah laut yang indah. Hal itulah yang membuat Pulau Alor secara potensial memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggerak sektor ekonomi NTT. Selain wisata bahari, Alor juga memiliki destinasi wisata lainnya seperti pantai Ling Al yang diapiti oleh pebukitan hijau dan pantai pasir putih dengan lautan biru yang kontras, Batu Berlubang di pantai Pigewa yang berbatasan dengan Timor Leste.

Berikut rundown acara Festival Panggil Ikan:

Selain itu juga ada air terjun Mataru yang konon memiliki daya mistis untuk menyembuhkan penyakit, Kolam Bidadari yang mana bisa digunakan sebagai cermin karena airnya yang bening, Mata Air Panas Tuti Adagae yang disembutkan oleh bebatuan rapi berbentuk seperti sarang semut, Bukit Hulnani yang membuat orang bisa melihat pemandangan alam Alor dari ketinggihan, Kawah putih Gunung Sirung yang eksotis, Pantai Batu Putih yang bisa dijakdikan spot fotografi, dan beberapa tempat wisata lainnya yang membuat para wisatawan sulit move on.

Hari Jumat, (19 Juli 2019): Gerakan Budaya Bersih, Penjemputan Tamu, Peresmian Wahana Edukasi (Outbound) di Kelurahan Kabola, Peresmian Amenitas dan Destinasi Wisata, dan Pameran UMKM Kabupaten Alor.

Hari Sabtu, (20 Juli 2019): Car Free Day Tenun Ikat khas Alor, Ritual Adat dan Atraksi Wisata Alam Dugong, Penyerahaan Penghargaan, Makan Siang dan Sarasehan, Launching Alor Bersih dan Bebas Sampah, Launchin Aplikasi qlimutu (Bebas Sampah dan Taman Laut), Kunjungan dan Peresmian Bank Sampah, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Cottage di Desa Wolwal.

Hari Minggu, (21 Juli 2019): Kunjungan ke kampung Tenun di Alor Besar, kunjungan ke tempat Al-Qur’an tertua.

Hari Senin, 22 Juli 2019: Kunjungan ke kampung adat Monbang, kunjungan ke kampung adat Lalapang dan Takpala.

Hari Selasa, 23 Juli 2019: Lomba foto destinasi wisata, lomba selfie bertema alam dan wisata, serta lomba sketsa destinasi.

Hari Rabu, 24 Juli 2019: Atraksi Wisata panggil Dugong oleh nelayan lokal.

Hari Kamis, 25 Juli 2019: Atraksi Wisata Alam – Dugong yang kemudian dilanjutkan dengan acara penutupan pada jam 16.00 WITA (Emild Kadju/NBC).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi