Sel. Des 1st, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Ayo ke Pulau Semau, Nikmati ‘Bidadari Cantik Dipeluk Samudera Biru’

6 min read

Pantai Uinian, salah satu obyek wisata pantai yang sangat indah di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, NTT. (Foto: DariusG. Reinnamah)

NTTBANGKIT.COM,–Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah sebuah provinsi yang memiliki gugusan pulau-pulau unik dan indah. Pada umumnya, pulau-pulau tersebut diapit oleh lautan luas dengan pantai-pantai bersih, alami nan mempesona. Selain Pulau Sabu Raijua dan Pulau Rote, di kawasan wilayah Kabupaten Kupang juga ada Pulau Semau.

Pulau Semau sebagaimana Pulau Rote dan Sabu Raijua, juga diapit oleh lautan biru dengan pantai-pantai indah. Kampung halaman Gubernur NTT, Viktor Laiskodat ini dinagungi dengan hijau pepohonan yang sangat terlihat hijau dari udara melalui jendela pesawat terbang. Di musim hujan, Pulau Semau yang konon dikenal angker ini, ternyata sangat rimbun.

Letak geografis pulau kecil Semau dengan kurang lebih 8.000 an penduduk ini berdekatan dengan Pulau Rote dan Pulau Timor. Mayoritas penduduk yang mendiami Pulau Semau adalah suku Helong atau orang Helong. Selain itu, para pendatang dari luar pulau, yaitu warga NTT dari berbagai kabupaten yang bekerja di sana, juga pendatang dari luar NTT. Kehidupan warga di Pulau Semau sangat harmonis dan tetap menjaga adat istiadat dan budaya mereka.

Untuk pergi ke Pulau Semau, tidak terlalu sulit. Hanya dengan menggunakan perahu motor dari bibir Pelabuhan Tenau Kupang atau bibir Pantai Kota Kupang selama kurang lebib 50 menit, Anda dapat segera menginjakan kaki di Dermaga Hansisi Pulau Semau. Di Pulau Semau, hanya dengan menumpang kendaraan roda dua (ojek) atau kendaraan roda empat, Anda dapat mengelilingi pulau kecil mungil yang menyuguhkan panorama alami pantai-pantai yang sangat indah dan bersih alami.

Sudah begiu banyak orang (wisatawan) yang berkunjung ke Pulau Semau mengakui bahwa Pulau Semau memiliki pantai-pantai yang sangat eksotik dan sulit untuk dilupakan. Salah satunya adalah Darius Go Reinnawah. Dalam tulisannya yang dilansir Daily Voyagers.Com, ia mengungkapkan ada lima pantai unik langka nan cantik yang meriasi bibir Pulau Semau.

  1. Pantai Otan yang bersih
Pantai Otan yang sangat bersih dan jernih (Foto: Darius G. Reinnamah)

Saat menginjakkan kaki pertama kali di Pulau Semau, pantai terdekat yang bisa dikunjungi adalah Pantai Otan. Pantai ini diberi nama seperti nama desa dimana pantai ini berada, Desa Otan. Untuk bisa menuju ke pantai ini, harus berkendara dengan sepeda motor selama kurang lebih 45 menit melewati jalanan yang masih bisa dibilang cukup bagus. Ketika sampai dan langsung melihat Gereja Getsemani Otan, maka keberadaan Pantai Otan sudah tidak jauh. Hanya dengan berjalan terus hingga mendengar suara deburan ombak Pantai Otan yang menggelegar.

Setibanya di Pantai Otan, kalian akan terpukau dengan kecantikannya. Pantai ini memiliki air dengan gradasi warna biru yang sangat mempesona. Ditambah dengan pasir putih halus yang dimilikinya, pemandangan pantai ini dan sensasi bermain di atasnya bisa dibilang perfecto. Garis pantai yang sangat panjang membuat kalian akan sangat puas apabila ingin berlari-larian di pantai ini. Jika ingin bermain air, pantai ini terbilang cukup aman karena ombaknya tidaklah begitu besar.

Di siang hari, kalian bisa melihat aktivitas warga sekitar yang berprofesi sebagai penangkap kerang. Cara menangkapnya pun masih sangat tradisional. Jala buatan mereka akan dilempar dari pinggir pantai. Dengan memanfaatkan ombak yang ada, diharapkan kerang-kerang yang akan terbawa arus dan masuk ke dalam jala atau jaring yang mereka lempar tadi. Setelah dirasa cukup, jala akan ditarik ke pinggir pantai dan kerang yang tertangkap akan dikeluarkan satu per satu.
Untuk bersantai atau melindungi diri dari teriknya panas Pantai Otan, tersedia beberapa Lopo-lopo yang bisa kalian gunakan secara gratis lho.

2. Pantai Uimake

Pantai Uimake (Foto: DariusG. Reinnamah)

Beranjak dari Pantai Otan, Anda bisa lanjut ke Pantai Uimake. Dalam bahasa Helong, Ui artinya Air, sedangkan Make (dari kata makes) artinya asam. Saya sendiri kurang mengerti kenapa tempat ini dinamakan air asam, padahal airnya asin. Perjalanan menuju Pantai Uimake dari Pantai Otan bisa dibilang cukup seru karena Anda akan melewati lahan tandus yang cukup luas. Selama perjalanan, akan terlihat hanya beberapa pohon saja dan rerumputan yang berdiri tegap di atasnya. Kalau beruntung, Anda bisa melihat rombongan kerbau di area tersebut yang sedang mencari makan. Orang-orang bilang sih nuansa perjalanannya seperti di Pulau Sumba.

Untuk bisa merasakan sensasi bermain air di pantai ini, usai memarkirkan motor di pinggir jalan, Anda harus menuruni tebing yang tidak terlalu curam. Ya, letak pantai ini memang ada di pinggir tebing. Tidak ada penanda sama sekali yang menandakan Pantai Uimake ini, jadi kalau Anda tidak pergi dengan orang lokal, akan ada kemungkinan kalian tidak menemukan pantai ini.

Air lautnya sendiri tidak kalah biru dari Pantai Otan. Cara menikmati Pantai Uihmake bukanlah dengan bermain air di pantainya, melainkan memandang seascape-nya dari atas tebing. Memang seru bisa menuruni tebing dan bermain pasir di sana. Terdapat sebuah pohon besar sebagai tempat untuk Anda bersantai dan berteduh dari sengatan matahari. Oh ya, karena pantai ini “pantai perawan”, maka tidak ada bangunan apapun di sini. Aktivitas warga lokal pun tidak ada. Pantai ini benar-benar menawarkan keindahan dan ketenangan buat kalian yang ingin mengunjunginya.

3. Pantai Uinian

Pantai Uinian adalah pantai yang unik karena berwajah dua (Foto: DariusG. Reinnamah).

Sebenarnya Pantai Uimake tadi sudah berada di kawasan Desa Uinian, tapi ia memiliki wilayah tersendiri karena letaknya di pinggir tebing tadi. Nah, sekarang Anda bisa beranjak ke pantai utamanya yaitu Pantai Uinian. Kalau Uimake artinya air asam, Uinian ini artinya air kelapa (nian:kelapa).

Pantai Uinian adalah pantai yang unik karena ia mempunyai 2 wajah. Wajah pertama adalah wilayah pantainya yang berpasir putih halus. Wajah yang kedua adalah pantainya yang berbatu karang. Di wilayah pantai yang berpasir halus, kalian bisa menikmati pemandangan laut biru yang sesekali diramaikan oleh alunan ombak. Deretan pohon kelapa yang berjajar rapi di atas pantai yang memiliki garis pantai yang juga cukup panjang ini membuat landscape-nya semakin cantik.

Sedangkan di wilayah pantai yang berbatu karang, ombak cenderung lebih besar. Namun yang membuat bisa betah berlama-lama di bagian pantai berbatu karang adalah keberadaan Pohon Santigi (Pempis acidula). Karang-karang yang nampak “mati” di pinggir pantai menjadi “hidup” dengan hadirnya Pohon Santigi di atasnya. Menurut orang lokal, pohon ini memang hanya tumbuh di atas batu saja. Akarnya yang sangat kuat mampu menembus tebalnya tembok batu karang.

Jalan untuk menuju Pantai Uinian dari jalan utama bisa dibilang cukup sulit. Jalannya agak menurun dan berpasir. Menurut penuturan warga, banyak pengunjung yang sering terjatuh di jalur pasir ini. Hati-hati ya kalau mau ke pantai ini.

4. Pantai Uitiuhtuan

Dari Desa Uinian, kini kita akan berjalan agak jauh menuju Desa Uitiuhtuan. Kalau dari tadi yang dilihat adalah pantai dengan garis pantai yang lurus, di Desa Uitiuhtuan ini terdapat sebuah pantai yang garis pantainya melengkung dengan indah bernama Pantai Uitiuhtuan. Warna biru laut pantai ini benar-benar menghipnotis. Pasirnya pun sungguh lembut dan aman untuk dipijak. Bahkan kalau keberuntungan sedang ada di pihak kalian, kalian bisa melihat rombongan kuda poni di sekitar pantai ini.

Desa Uitiuhtuan bisa dibilang beruntung karena di desa ini air sangatlah mudah didapatkan. Di saat beberapa desa di Pulau Semau sulit air, di Desa Uitiuhtuan cukup menggali 5 meter saja dan sumber air sudah bisa ditemukan. Itulah kenapa tempat ini diberi nama Uitiuhtuan. (ui:air, tuan: raja).

Tidak jauh dari Pantai Uitiuhtuan, di atas tanah karang nan tandus, Anda juga bisa melihat upaya warga lokal untuk membuat garam secara tradisional. Puluhan cangkang kerang yang sudah kosong akan dijajarkan secara rapi di atas sana, kemudian air laut akan dituangkan ke atas cangkang-cangkang tersebut. Selama sekian waktu, cangkang-cangkang tersebut akan dijemur dan nantinya air akan mengering. Dari air laut yang mengering tadilah akan terbentuk kristal-kristal yang bernama garam.

5. Pantai Liman

Pantai Liman (Foto: DariusG. Reinnamah)

Dekat dari Pantai Uitiuhtuan, terdapat sebuah pantai yang paling indah bernama Pantai Liman. Diberi nama seperti itu karena di pantai ini terdapat sebuah bukit cantik yang bernama Bukit Liman. Dari atas bukit inilah keindahan Pantai Liman akan nampak sempurna. Namun Anda perlu hati-hati juga saat berada di puncak Bukit Liman, sebab angin berhembus kencang di puncak bukit ini.

Sebagai pantai paling terkenal di Pulau Semau, terdapat beberapa mama penjual makanan di sini, tidak seperti di pantai-pantai sebelumnya yang sepi dari penjual. Jadi selama bermain di sini, Anda tidak perlu takut haus atau lapar lagi. Selain itu, terlihat beberapa bangunan penginapan yang bisa melayani Anda. Pembangunan beberapa fasilitas seperti penginapan memang perlu di tempat ini untuk menunjang pariwisata Pulau Semau. Berjemur di pinggir pantai atau memandang keindahan bentang laut dari atas Bukit Liman merupakan aktivitas yang paling tepat untuk dilakukan di sini.

6. Kolam Uisimu.

Kolam ini merupakan sebuah laguna yang sekitarnya ditutupi oleh pepohonan dan bebatuan. Kolam ini masih benar-benar alami karena belum mendapat sentuhan tangan dari manusia. Letaknya sendiri tidak jauh dari Pantai Otan. Untuk soal kecantikan, kolam ini tidak perlu diragukan lagi. Permukaan air kolam yang tenang akan merefleksikan pemandangan sekitar dengan sempurna. (NBC: Sumber:Daily Voyagers.Com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi