Sen. Mei 23rd, 2022

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Marak Perburuan dan Perusakan Hutan, Hewan-hewan Khas Australia Terancam Punah, Bagaimana dengan Komodo?

3 min read

Kanguru, salah satu heman khas Australia yang terancam punah. (Foto: kumparan.com)

LABUAN BAJO, NTT BANGKIT.COM – Australia memiliki banyak hewan unik yang tinggal di alam bebas dan merupakan salah satu dari banyak alasan orang berkunjung ke negara ini. Dilansir dari australia.com, Australia memiliki lebih dari 378 spesies mamalia, 828 spesies burung, 4.000 spesies ikan, 300 spesies kadal, 140 spesies ular, dua spesies buaya, dan sekitar 50 jenis mamalia laut. Sebagian hewan Australia yang paling terkenal, yaitu Kanguru, koala, ekidna, anjing dingo, platipus, Walabi, dan wombat. Namun sayang, maraknya perburuan liar dan penebangan hutan secara liar membuat jumlah dan habitat hewan-hewan khas Australia semakin berkurang dari waktu ke waktu dan terancam punah.

Di Australia terdapat sekitar 55 spesies asli Kanguru dan Walabi di seluruh Australia. Ukuran serta berat Kanguru dan Walabi sangat bervariasi, mulai dari setengah kilogram sampai 90 kilogram. Secara sepintas, orang sulit membedakan Kanguru dan Walabi. Perbedaan utama antara keduanya adalah ukuran; Kanguru biasanya lebih besar dari Walabi, kendati keduanya berasal dari spesies yang sama.

Kanguru adalah hewan mamalia dan makropod, termasuk keluarga marsupial yang juga mencakup Walabi dan pademelon. Kanguru adalah satu-satunya hewan besar yang “berjalan” dengan melompat-lompat dan hewan jantan dewasa sering berkelahi dengan menggunakan cakar depannya seperti bertinju dan menendang dengan kaki belakangnya. Kanguru dan Walabi bisa ditemukan di Pulau Kanguru Australia Selatan dan Flinders Ranges. Kita dapat melihatnya dari jarak dekat di Namadgi dan Taman Nasional Kosciuszko, pegunungan Alpen Australia di Pebbly Beach, New South Wales, dan di Pulau Maria, Tasmania. Di daerah pedalaman, kita akan sering melihatnya berlompatan saat menyeberangi jalan.

Sedangkan Walabi tersebar di seluruh Australia, terutama di kawasan yang terpencil, berbatu-batu, dan terjal. Kita dapat melihatnya dari jarak dekat di Flinders Ranges, Australia Selatan, di Freycinet National Park, Tasmania, serta di Namadgi dan Kosciuszko National Park di pegunungan Alpen. Kita dapat mengamati hewan ini di alam liar di Phillip Island, Victoria dan Yanchep National Park, Australia Barat. Perkiraan populasi Kanguru Australia berkisar antara 30 sampai 60 juta. Namun, jumlah populasi Kanguru dan Walabi terbilang cukup banyak karena pemerintah Australia menaruh atensi penuh terhadap segala sesuatu yang memicu kepunahan Kanguru dan Walabi. Pemerintah Australia bahkan membuat kawasan hutan lindung yang tidak boleh disentuh oleh manusia agar keseimbangan ekosistem di habitat Kanguru dan Walabi tidak terganggu.

Selain Kanguru dan Walabi, Koala merupakan salah satu binatang yang biasanya dicari turis saat berkunjung ke Australia. Namun sayang, nasib Koala tidak sebaik Kanguru dan Walabi. Menurut Australian Koala Foundation sebagaimana dilansir dari suara.com, jumlah Koala yang ada di Australia dan dunia ternyata sudah sangat sedikit sehingga mereka bisa dibilang punah secara fungsional. Berkurangnya jumlah hutan akibat penebangan liar serta perubahan iklim, yang memicu gelombang udara panas, turut membuat jumlah Koala mengalami penurunan pesat. Padahal, Koala merupakan salah satu satwa yang berperan penting dalam menjaga hutan agar tetap tumbuh dengan cara memakan pucuk-pucuk dedaunan yang ada.

Kepunahan fungsional sendiri terjadi ketika populasi suatu spesies sangat rendah sehingga tidak lagi bisa memengaruhi lingkungan atau kemungkinan berkembangbiaknya sangat kecil. Jika bisa berkembang biak pun, ada kemungkinan spesies tersebut terkena penyakit genetis.

Dilansir dari laman unilad.com, terdapat sekitar 80.000 ekor Koala yang tersisa di seluruh dunia. Sepintas jumlah tersebut memang terdengar banyak, namun nyatanya Koala tetap dikategorikan mengalami kepunahan bila tidak ditangani secara serius oleh pemerintah Australia dan pemerintah negara-negara lain dimana Koala berada.

Bagaimana Dengan Komodo?

TNK adalah taman nasional yang memiliki kurang lebih 147 pulau. Dari 147 pulau itu terdapat lima pulau besar, yakni Pulau Gili Motang, Pulau Padar, Nusa Kode, Pulau Komodo dan pulau Rinca. Luas area TNK sendiri mencapai 137 ribu hektare, dan dari jumlah tersebut 60 persennya adalah perairan.

Balai Taman Nasional Komodo (TNK) melaporkan bahwa saat ini jumlah komodo di taman nasional itu kurang lebih 2.800 ekor. Kurang lebih 1.040 ekor diantaranya berada khusus di Pulau Rinca. Sisanya berada di pulau-pulau lainnya dalam kawasan TNK.

Jumlah Komodo saat ini memang tidak setragis Koala di Australia yang terancam punah. Namun, bila penjagaan kawasan TNK tidak ketat terhadap perburuan liar yang memicu putusnya rantai makanan, pencurian satwa Komodo, dan lingkungan habitat yang tidak dikonservasi secara baik, bukan tidak mungkin Komodo akan punah di tahun-tahun mendatang. Jangan biarkan kita hanya mewariskan cerita kepada anak-cucu kita bahwa Komodo pernah ada di NTT. (Emild Kadju/NBC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi