Sab. Nov 28th, 2020

NTT Bangkit

Media Promosi Pariwisata,Bisnis dan Investasi NTT

Wisata Sabu Raijua dan Pulau Dana, Kemilau Mutiara Cantik dari Selatan

8 min read

Obyek wisata unik bukit Kelabba Maja di Kabupaten Sabu Raijua. (Foto: IDN Times)

NTTBANGKIT.COM,–Sejak lama, sebelum menjadi daerah otonom baru, nama Sabu Raijua sudah terdengar di telinga orang NTT bahkan luar NTT. Selain terkenal dengan julukan bumi seribu lontar karena dipenuhi pohon lontar, ternyata Sabu Raijua, kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kupang ini penuh dengan sejarah, budaya dan obyek wisata unik dan langka yang tiada duanya di dunia.

Bagi orang yang belum menginjakan kakinya di Sabu Raijua, tentu belum mengetahui kalau Sabu Raijua adalah paduan nama dari dua pulau yang dipisahkan dengan lautan selat yang arusnya sangat keras, yaitu Pulau Sabu dan Pulau Raijua. Pulau Sabu secara geografis jauh lebih luas, yang terdiri dari 5 kecamatan, yaitu, Sabu Barat, Sabu Timur, Sabu Tengah, Hawu Mehara dan Hawu Liae. Sedangkan Pulau Raijua yang kecil nan mungil jadi kecamatan keenam yang dihubungi dengan sebuah pelabuhan laut yang kecil.

Pulau Sabu Raijua hingga kini masih kental mempertahankan budaya hindia, karena konon leluhur mereka disebutkan berdarah India Selatan. Ciri khas itu masih kental terlihat dari ciri khas fisik, nama-nama orang dan nama tempat, serta warisan atau peninggalan budaya India. Sebagian orang mengisahkan bahwa orang Sabu Raijua juga campuran dari India dan Jawa. Hal itu terlihat dari rambut yang halus, hidung mancung, kulit putih nan bersih.

Kabupaten yang masih berjuang keras membenahi diri di berbagai bidang ini, kini mulai menjual pariwisatanya untuk menyedot rupiah. Sarana pra sarana infrastruktur mulai dipersiapkan, untuk melancarkan arus wisatawan domestik dan manca negara ke Sabu Raijua. Ada dua jalur menuju Sabu Raijua, yaitu jalur laut dengan kapal fery cepat bisa bersandar di Pelabuhan Seba, Sabu Barat, dan jalur udara dengan pesawat Susi Air bisa mendarat di Bandara Terdamu Seba.

Pada tahun 2020 nanti, kabupaten kecil di tengah laut Sawu ini akan memiliki bandara baru yang bisa didarati pesawat berkelas boeing. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTT, Drs. Josep Nae Soi, MM belum lama ini usai pertemuan dengan Menteri Perhubungan RI, Boedi Karya. Dimana, Kementerian Perhubungan RI akan membangun bandara besar tersebut di Sabu Timur.

Selain transportasi udara, jalur ke Sabu Raijua juga bisa menggunakan kapal penumpang besar dari Pelabuhan Tenau yang akan bersandar di Pelabuhan Biu di Sabu Timur. Perjalanannya kurang lebih sehari (satu malam). Dengan demikian, untuk mengunjungi Sabu Raijua tidak terlalu sulit, karena ada tiga jenis sarana transportasi, yaitu dengan pesawat, kapal fery cepat dan kapal laut.

Situs Pemerintahan Sabu Raijua, saburaijuakab.go.i, menulis, jika Anda berkunjung ke tempat wisata Pulau Sabu, Anda akan menemukan berbagai peninggalan sejarah dan budaya yang sangat eksotis. Sejarah perdadaban budaya tersebut masih terjaga atau masih asli, peninggalan sejarah yang lengkap serta pesona pantai pasir putih bersih dengan air yang jernih dan ombak yang menantang. Apa saja obyek wisata yang layak Anda kunjungi bila ke Sabu?

  1. Bukit Ledeana

Pulau Sabu memiliki banyak bukit-bukit yang berjejer hampir seluruh daratan pulau. Bukit ini sangat cocok sekali dijadikan tempat menikmati panorama alam. Beberapa bukit indah, yaitu Bukit Ledeana, Deleperihi dan Bukit Ledeanda. Dari 3 bukit tersebut, Bukit Ledeana menjadi bukit yang paling eksotik.

Bukit Ledeana adalah salah satu bukit indah yang untuk spot foto menarik di kala musim hujan. Akses jalan menuju bukit ini tidak terlalu sulit, karena bukitnya tidak terlalu tinggi. Anda dapat langsung mengaksesnya dengan menggunakan kendaraan untuk menuju puncak Ledeana.

2. Kelabba Maja

Obyek wisata kedua yang layak Anda kunjungi adalah Kelabba Maja. Kalaba Maja adalah obyek wisata  Pulau Sabu yang indah yang berada di Kecamatan Sabu Liae. Di Kelabba Maja, Anda dapat menikmati alam yang indah berupa bebatuan dengan lukisan erosi warna merah marunnya yang cantik. Anda dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat menuju obyek wisata alam yang kini mulai dikelolah pemerintah.

Pada bulan September 2019, Anda bisa mengunjungi Sabu Raijua karena akan digelar Festival Kalabba Maja. Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, belum lama ini mengatakan, lokasi Kallaba Maja mirip dengan Grand Canyon di California, America Serikat.Jadi bukit ini sangat langkah.

Menurut warga setempat, Kelabba Maja dianggap sebagai tempat yang keramat atau memiliki kekuatan mitis magis. Konon di Kelabba Maja adalah tempat pemujaan terhadap Dewa Maja, dan tempat untuk melakukan berbagai ritus adat. Salah satu upacara adat, yaitu ritus meminta hujan. Ritus ini dilakukan oleh para tua adat.

3. Kampung Adat Namata

Kampung Adat Namata di Kabupaten Sabu Raijua.

Jika di Ngada, Bajawa ada Kampung Adat Bena, di Sumba Ada Kampung Adat Tarung, maka Sabu Raijua mempunyai Kampung Adat Namata yang khas dengan budaya asli Sabu Raijua yang tengah bertahan sejak dahulu kala. Seperti dilansir situs wisata.nttprov.go.id, Kampung Adat Namata adalah perkampungan adat yang di dalamnya terdapat megalitik dan didiami oleh para pemangku adat (Mone Ama). Megalitik yang terdapat di dalam area perkampungan tersebut digunakan sebagai tempat untuk melakukan ritual adat atau pemujaan terhadap para Dewa atau Leluhur.

Ada 9 pemangku adat yang mendiami kampung adat tersebut, yakni Deo Rai (Kepala), Pulod’o (Dewa Matahari), Rue (Dewa Penyakit), Bekka Pahi (Dewa Bumi), Maukia (Dewa Kesuburan), Kenuhhe (Dewa Laut). Di kampung inilah penyelenggaraan kekuasaan adat dilakukan.

Konon menurut cerita tetua adat di Namata, bahwa batu – batu yang ada di dalam perkampungan Namata merupakan batu panggilan secara gaib dan sihir. Sehingga batu – batu tersebut memiliki kekuatan majis yang sangat tinggi. Pengunjung jangan sembarangan menginjak batu – batu tersebut, karena salah injak, berarti pulang sakit. 

Di Kampung Adat Namata, Anda bisa melihat – lihat batu megalitik yang tersusun rapi. Demikian juga kita bisa melihat – lihat rumah adat Sabu yang masih asli. Pada bulan – bulan atau peristiwa tertentu, Anda bisa menyaksikan adanya upacara adat yang dilakukan diperkampungan tersebut, seperti Upacara Perkabungan apabila ada anggota pemangku adat (mone ama) yang meninggal, upacara mengusir bala penyakit, upacara menurunkan hujan, dan upacara lainnya.

Disamping Anda melihat – lihat, juga Anda bisa mendoakan dan memohon kepada Yang Maha Kuasa agar senantiasa melindungi dan memberkati kita dalam segala aspek kehidupan. Untuk bisa masuk ke dalam Kampung Adat Namata, maka Anda harus menggunakan pakaian adat (selimut atau sarung motif Sabu).

Oleh karena itu, sebelum ke kampung Namata, Anda harus terlebihdahulu mempersiapkannya dari rumah. Jika Anda tidak memilikinya, tidak perlu kuatir karena di pintu masuk Kampung Namata telah disediakan sarung yang disewakan warga sekitar.

4. Wisata Pantai Bali

Selain memiliki obyek wisata alam, Sabu Raijua juga memiliki obyek wisasta pantai yang indah. Obyek wisata Pantai Bali terletak di desa Bali, Sabu Timur. Obyek wisata ini sering dikunjungi warga lokal dan wisatawan asing.

Bagi Anda yang belum ke Sabu pasti Anda merasa aneh karena di Sabu ada nama Pantai Bali. Belum diketahui pasti apa latarbelakang pemberian nama pantai Bali. Namun dari cerita warga konon ada orang Bali yang pernah menyinggahi pantai tersebut. Lama kelamaan, warga menyematkan nama pantai itu Bali.

Suasana alami sangat terasa kental jika Anda berada di Pantai Bali apalagi pada sore hari. Panorama matahari senja dapat melahirkan permenungan dan inspirasi yang dalam tentang karya agung Sang Pencipta. Anda dapat mengabadikan suasana keindahan pantai yang tidak ada duanya.

5. Pantai Nepae, Liae dan Pantai Seba

Selain Pantai Bali, ada pula pantai indah alamai lainnya, yaitu Pantai Nepae, Pantai Liae dan Pantai Seba. Masing-masing pantai ini menyajikan keunikan-keunikan khas yang membedakan satu sama lain.

Jika Pantai Napae alami dengan pemandangan laut yang indah dengan kapal karam yang bisa jadikan tempat berselfie, Pantai Liae, menampilkan gugusan lekak-lekuk karang indah dan deburan ombak menghempas batu karang, maka Pantai Seba di tepi Kota Seba menampilkan pasir putih yang lembut alami.

Situs Gadja Mada di Pulau Raijua

Bagi para wisatawan pencinta tantangan, dapat mengadu nyalinya dengan menyeberangi selat Raijua yang garang dengan ombak mautnya. Selat dalam dan biru dengan arus berputarnya yang kencang dapat menegangkan urat-urat yang kendor ketika Anda menumpang perahu motor melewati laut selama kurang lebih 1 jam, dari Pelabuhan Seba di Sabu Barat menuju Kecamatan Raijua.

Ketika tiba di pelabuhan kecil Raijua, Anda pasti merasa legah karena hilangnya ketegangan nyali saat melewati arus maut di selat Raijua. Selanjutnya, Anda dapat bepergian menikmati Raijua yang masih beraroma kampung tradisional sederhana dengan tampilan rumah-rumah beratap daun lontar yang dimiliki sebagian warga.

Pulau penghasil rumput laut ini, selain memili panorama alam yang masih perawan dengan hamparan pantai memeluk pulau, juga ada situs Mahapati Gaja Mada yang menjadi situs sejarah dan budaya peradaban nusantara yang ada di NTT.

Menurut situs resmi wisata.nttprov.go.id, situs Gaja Mada ini diyakini oleh orang Sabu sebagai peninggalan Gadjah Mada di masa kerajaan Majapahit. Di lokasi situs terdapat sebuah rumah dan berbagai pakaian dan perlengkapan perang yang dipakai oleh Gadjah Mada dalam upayanya mempersatukan wilayah Nusantara ke dalam Kerajaan Majapahit serta sawah yang dipakai untuk mempertahankan hidup selama di Raijua. 

Di situs Ma­japahit, Anda bisa men­gun­jungi satu per­satu pen­ing­galan yangada. Ada sawah Maja, rumah penyim­pan pakaian dan tombak Maja, tel­apak kaki Maja yang ter­dapat pada se­buah batu karang, sumur Maja, serta berba­gai pen­ing­galan lainnya. Pulau Raijua memang bersuhu udara sangat panas membakar kulit, namun semua itu akan terbayarkan dengan suguhan alami panorama indah seluruh pulau yang membuat Anda bertahan.

Danau Merah Pulau Dana, Permaisuri Cantik

Pantai indah di Pulau Dana, (Foto: indonesiaphoto.com)

Jika Anda sudah menjelajah seluruh Pulau Sabu Raijua, maka Anda tidak boleh melawatkan atau melupakan Pulau Dana yang terletak paling selatan, terpisah dari Pulau Raijua. Pulau Dana yang kesepian sendiri di tepi Samudera Hindia ini bak permaisuri cantik penjaga samudera biru. Konon Negara Australia mengklaim sang putri cantik itu milik mereka, namun Negara Indonesia, tidak mau kehilangan sang ratu penjaga laut selatan itu. Tentara pun dikirim ke Pulau Dana untuk menemani si permaisuri dari selatan.

Menurut, situs alamendah.org, Pulau Dana yang merupakan bagian dari wilayah administratif Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ini terletak pada titik koordinat: 11° 0′ 36″ LS, dan 122° 52′ 37″ BT. Dari titik koordinat ini bisa dipastikan bahwa pulau Dana merupakan pulau yang berada di paling selatan wilayah Indonesia.

Meskipun hanya merupakan pulau kecil yang tidak berpenghuni, pulau Dana memiliki pesona alam yang luar biasa. Pulau di ujung selatan wilayah Indonesia ini memiliki pantai indah yang landai dan berpasir putih. Ombak di pesisir pulau Dana juga sangat cocok untuk olahraga selancar (diving).

Di pulau Dana juga terdapat padang savana serta bukit karang berhutan.Padang savana di pulau paling selatan ini menjadi habitat rusa timor yang banyak ditemukan di sepanjang Pulau Dana dan pulau Rote. Saat ini Pulau Dana Rote tengah diupayakan menjadi tempat konservasi Rusa oleh pemerintah Nusa Tenggara Timur. Potensi kekayaan alam lainnya yang dipunyai oleh pulau tanpa penghuni tetap ini adalah Danau Merah. DanauMerah terletak di tengah tengah pulau Pulau Dana.

Akses ke Pulau Dana memang belum dibangun pemerintah, sehingga warga lokal dan wisawatan belum ramai ke sana kecuali kapal milik TNI yang mondar-mandir menjaga Pulau Dana yang eksotik itu. Namun demikian, Anda tidak perlu kwatir. Hanya dengan bidikan alat teropong dari atas bukit tertinggi di Raijua, Anda bisa melihat pulau mungil Dana dalam pelukan lautan pepohonan hijau dan dekapan lautan biru.

Demikianlah gambaran singkat tentang kekayaan peradaban sejarah, budaya dan pariwisata Sabu Raijua. Bagi Anda yang tertarik dan ingin ke sana, jangan tunggu lagi. Anda akan mengetahui lebih jauh keunikan Sabu Raijua ketika telah menginjakan kaki di Bumi Para Dewa tersebut.
(kornelius/ dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2019 NTTBANGKIT.

Tentang Kami   |   Tim Redaksi